Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

Berita dan Artikel

Oleh humaspmk on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember -Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyarankan bagaimana masyarakat yang sekarang ada di tempat pengungsian, terutama di Karangkobar dan Wanayasa, untuk bisa terjaga kelangsungan kehidupannya. Karena itu, disiapkan  ekonomi produktif, pertanian dan peternakan.

"Saya menyarankan ada bantuan stimulus berupa benih padi, cabe rawit, kol dan bantuan untuk ternak, yaitu pakannya, kandangnya, dan obat-obatan,” kata Puan di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Sementara itu, seperti dilansir harian Terbit, hingga saat ini kurang lebih 4.082 prajurit TNI dan Polri serta komponen masyarakat lainnya telah diterjunkan ke lokasi bencana. TNI juga mengerahkan 1.313 personel, terdiri dari TNI AD 1.064 personel, TNI AL 208 personel, TNI AU 41personel, Polri 420 personel dan 2.343 personel sipil.

TNI juga mengirimkan beberapa material yang dimiliki untuk penanganan korban longsor yaitu alat berat 13 unit bantuan dari Yonzipur 9/K sebanyak 3 unit (1 eskavator, 1 loader, 1 beco), Yonzipur 4 satu unit (1 eskavator), Bina Marga 3 unit (2 eskavator, 1 loader), PU Kab. Banjarnegara (1 loader), PT. Cebong Melindo 2 unit (2 loader) dan PT. Bumi Bangkit 3 unit (3 eskavator).  

TNI juga mengerahkan 16 unit ambulance, bantuan dari Korem 071 (1 unit), Kopassus (1 unit), Yonif 412/K (1 unit), Yonarmed 11/k (1 unit), Yonkes 2/k (1 unit), Marinir (1 unit), Dinkes Kab. Banjarnegara (7 unit), Dinkes Kab. Temanggung (1 unit), PMI Kab. Banjarnegara (1 unit) dan RS PKU Banjarnegara (1 unit).(Ht/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana segera merencanakan relokasi masyarakat terkena bencana longsor di Dusun Jemblung, desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Presiden perintahkan masyarakat yang terkena bencana 43 KK dan 42 KK, segera dilakukan relokasinya. tentu ini akan meningkatkan juga keinginan masyarakat biasanya mereka tidak mau jauh dari lokasi sebelumnya," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif memberikan keterangan pers mengenai hasil rapat terbatas mengenai mitigasi dan antisipasi bencana hingga Appril 2015, di kantor presiden, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Untuk menindaklanjuti perintah presiden, kata kepala BNPB, pihaknya akan. menggandeng pakar geologi untuk mencari tempat relokasi.

"Kemudian untuk dana yang kami memerlukan 80 unit rumah kebutuhan dana Rp 5,8 miliar. Itu termasuk jalan, jembatan, tanggul, drainase, irigasi, normalisasi sungai sejumlah Rp23 miliar," ujarnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, memimpin Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu siang (17/12). Rakerpim dihadiri oleh Sekretaris kemeko PMK, para Deputi, para Staf Ahli, dan Staf khusus Menko PMK.

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember -  Beberapa anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyampaikan Holding Statement tentang Penyelenggaraan SJSN oleh BPJS Kesehatan tahun 2014 di hadapan media massa nasional. (dari kiri ke kanan) Soeprayitno, Usman Sumantri, Bambang Purwoko, Subiyanto, dan Zainal Abidin, Rabu (17/12/2014) di Jakarta.

Sejak resmi diluncurkan 31 Desember 2013 lalu, penyelenggaraan BPJS Kesehatan di tanah air tidak terasa sudah memasuki usia hampir satu tahun. Meskipun diakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya, DJSN selaku penanggung jawab SJSN, sejauh ini sudah melakukan monitoring dan evaluasi di beberapa provinsi yaitu Jatim, Jateng, Sultra, Sulsel, Sumut, dan Bali. "Hasilnya, soal kultur masyarakat kita yang harus dipertegas agar program BPJS Kesehatan ini berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Mendaftarlah jadi peserta BPJS Kesehatan sejak sekarang dan bayar iurannya dengan tertib," papar Bambang.

Senada dengan Bambang, Zainal Arifin mengungkapkan, dari hasil laporan yang diperolehnya diketahui bila masyarakat kita banyak yang baru mendaftar kepesertaan BPJS Kesehatan begitu menderita sakit. Setelah sembuh, iuran BPJS Kesehatan yang jadi kewajiban untuk dibayarkan pun berhenti. "Tertib membayar iuran dan semangat gotong royong seharusnya tetap ada serta perlu terus ditanamkan di dalam budaya masyarakat kita. Gotong royong adalah nilai ke-indonesia-an yang sangat baik dan kita perlu terus mensosialisasikan ini dalam penyelenggaraan BPJS Kesehatan." (IN/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013.

Peraturan menteri ini ditetapkan pada 11 Desember 2014 dan mulai berlaku efektif pada tanggal diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yaitu pada 12 Desember 2014. Demikian siaran pers Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud yang diterima detikcom, Rabu (17/12/2014).

Mendikbud seperti dilansir laman Detiknews, menyampaikan, permendikbud ini di satu sisi lebih menguatkan keputusan yang tertuang pada surat edaran Mendikbud untuk para kepala sekolah tertanggal 5 Desember 2014. “Sementara, di sisi lain adalah untuk mengatur lebih detail mengenai pelaksanaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006,” katanya, Rabu (17/12/2014)  di kantor Kemdikbud, Jl Sudirman,Jakarta.

Pasal 1 Permendikbud itu menyatakan, satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sejak semester pertama pada Tahun Pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua Tahun Pelajaran 2014/2015 sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013.

Pasal 2 menyebutkan, satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 semester tetap menggunakan Kurikulum 2013. Sekolah-sekolah itu merupakan satuan pendidikan rintisan penerapan Kurikulum 2013.

“Sekolah tersebut dapat berganti melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 dengan melaporkan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya,” jelas Mendikbud.

Sementara, satuan pendidikan usia dini dan satuan pendidikan khusus melaksanakan Kurikulum 2013 sesuai ketentuan perundang-undangan.

Pada pasal lainnya disebutkan, satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan Tahun Pelajaran 2019/2020.

"Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang belum melaksanakan Kurikulum 2013 mendapatkan pelatihan," kata Mendikbud.

Ketentuan lebih lanjut mengenai Kurikulum Tahun 2006 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 diatur dalam peraturan menteri tersendiri.

Adapun hal-hal yang belum diatur terkait dengan prosedur pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 dan 2 diatur oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah setelah berkoordinasi dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.

“Dengan adanya permendikbud ini, masyarakat dan pemangku kepentingan dunia pendidikan akan menjadi lebih pasti dalam pelaksanaan Kurikulum 2006 maupun Kurikulum 2013," ujar Menteri Anies.(Dn/Gs).

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendespdttrans), Marwan Jafar mengatakan, membangun desa bisa dilakukan melalui budaya dan kesenian. Menurut Marwan, desa-desa di Indonesia memiliki potensi budaya dan kesenian yang sangat luar biasa.

"Saya sudah mulai nge-list. Saya petakan desa seluruh Indonesia. Bahkan di bidang musik, daerah-daerah itu kaya dengan potensi musik-musik lokal. Kalau kita pasarkan itu luar biasa," ujar Marwan, saat mengunjungi musisi senior Iwan Fals, di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/12/2014).

Menurut Mendespdttrans, seperti dilansir laman Kompas.com, kesenian yang berada di kawasan perdesaan, bisa dikolaborasi dengan potensi musik-musik lokal yang berada di desa. Jika hal tersebut dikembangkan, kata dia, memajukan desa melalui kesenian merupakan suatu keniscayaan.

"Ini punya masa depan. Kalau nanti banyak festival atau event-event, akan banyak investor yang mau berinvestasi kan," kata Marwan.

Saat ini, lanjut Marwan, banyak potensi kesenian dan budaya di desa-desa yang masih belum digali. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan berupaya mengembangkan potensi kesenian dan budaya untuk memajukan desa-desa di Indonesia.

"Pembangunan desa dibarengi dengan gerakan kebudayaan. Itu yang jadi spirit kita semua," kata Marwan. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Program Generasi Berencana (GenRe) yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sukses menjangkau hingga ke pelosok daerah di Indonesia.

"BKKBN terus mengembangkan program Genre hingga ke pelosok daerah, termasuk di seluruh wilayah di Provinsi Riau," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Indrawarman, Selasa (16/12/2014) di Pekanbaru, Riau.

Dia menjelaskan pihaknya terus menyosialisasikan program GenRe yang bisa menjauhi remaja dari seks bebas, narkoba serta HIV dan AIDS salah satunya melalui road show KB bertajuk Gebyar KB Lancang Kuning Mupen On The Road atau "Gelak Mother".

Melalui "Gelak Mother" rombongan mobil unit penerangan (Mupen) KB dan mobil pelayanan KB seperti dilansir laman Antaranews, melakukan perjalanan ke seluruh wilayah di Provinsi Riau termasuk daerah perbatasan Riau - Jambi dan Sumatera Barat.

"Tim road show Gelak Mother melakukan sosialisasi program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga termasuk program GenRe. juga memberikan pelayanan KB kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Sementara itu, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Sudibyo Alimoeso menambahkan gerakan GenRe semakin marak diberbagai sekolah maupun komunitas remaja di Indonesia.

"Muatan GenRe nampaknya perlu diperluas bukan hanya menyangkut Kesehatan Reproduksi saja, tetapi perlu juga diberi muatan budaya anti korupsi," katanya.

Hal itu, menurut Sudibyo, sejalan dengan upaya KPK dan pemerintah untuk mencegah korupsi melalui pendekatan keluarga yang dapat dimulai sejak anak-anak dan remaja.

Kelangsungan GenRe di sekolah, menurut dia, juga perlu mendapat perhatian. Hal ini disebabkan banyaknya pengurus Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja atau Mahasiswa yang lulus namun kemudian tidak ada yang melanjutkan kepengurusannya.

"Untuk itu diperlukan kaderisasi pengurus dan juga harus melibatkan guru BK atau dosen pembimbing yang dapat mencetak pendidik sebaya atau konselor sebaya berikutnya," kata Sudibyo.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak para pelaku pendidikan untuk berupaya menjadikan Indonesia sebagai kiblat pendidikan Islam dunia.

Ajakan tersebut dinyatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada malam anugerah Apresiasi Pendidikan Islam, Selasa (16/12/2014) di Hotel Borobudur, Jakarta,  yang juga dihadiri Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, sejumlah pejabat eselon I, II dan III Kementerian Agama, juga Ketua Mahkamah Konstitusi Dr. Hamdan Zoelva S.H., M.H.

Selama ini seperti dilansir laman Antaranews, ada kesan kiblat dan pusat pendidikan Islam berada di negara-negara Timur Tengah yang menggunakan Bahasa Arab. Kini sudah saatnya Indonesia menjadi kiblat pendidikan Islam bagi warga dunia.

Selain jumlah dan bentuk satuan pendidikan Islam yang beragam dan khas (distingtif), Indonesia memiliki kesiapan yang cukup untuk menjadi tuan rumah bagi warga negara lain belajar Islam di Indonesia, katanya.

Momentum itu sudah tiba. Dasarnya, kata dia, pertama karena Indonesia negara demokratis terbesar di dunia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Pada saat negara-negara Islam Timur Tengah, terutama kawasan Arab Spring, dilanda persoalan politik yang berujung pada suasana kacau, bangsa Indonesia dengan penduduk Muslim mayoritas menjadi magnet baru bagi bangsa-bangsa lain.

Contoh, kata Menag, pelaksanaan demokrasi, hubungan antaragama yang harmonis, pluralisme, kemajuan ekonomi, dan kompatibalitas Islam dan hak-hak asasi manusia.

Kedua, Indonesia dipercaya oleh negara-negara islam untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan internasional tentang Islam. Ketiga, performa jemaah haji Indonesia di mata dunia juga sangat positif.

Pelaksanaan haji Indonesia mempunyai tingkat kepercayaan internasional yang sangat tinggi. Selain jumlah jemaah haji Indonesia yang besar, perhatian negara terhadap penyelenggaraan haji juga sangat baik.

"Haji sebagai arena muktabar akbar Muslim se-dunia dapat dijadikan ajang promossi yang luar biasa tentang Islam Indonesia," kata Menag.

Ia menegaskan, pembangunan pendidikan Islam telah menemukan momentum yang kuat. Regulasi pendidikan telah menempatkan pendidikan Islam yang semula "di pinggir" kini berada di tengah pusaran pendidikan nasional.

Kedudukan madrasah pun setara dengan sekolah pada semua jenjang. Pesantren dan diniyah diakui sebagai sistem pendidikan nasional. Pendidikan tinggi keagamaan mendapatkan payung hukum yang sama kuat dengan UU No.12 tahun 2012.

"Regulasi ini menempatkan pendidikan Islam memiliki bargaining position yang semakin kuat," ia menegaskan.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan bahwa pemerintah resmi menunda pemberlakuan Kurikulum 2013. Keputusan ini diambil setelah koordinasi antara Menko PMK dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, untuk keperluan pengkajian ulang.

"Memang saat ini sedang dikaji dulu apakah Kurikulum 2013 itu memang bisa diterapkan oleh semua sekolah," ujar Menko PMK di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Menurut Menko PMK, seperti dilansir laman Merdeka.com, tidak semua sekolah ternyata dapat menerapkan Kurikulum 2013. Menurut dia, hanya 2.000 sekolah di seluruh Indonesia yang dapat menerapkan kurikulum tersebut.

Atas hal itu, Menko PMK menerangkan pemerintah memberikan batas waktu bagi setiap sekolah untuk menyatakan sanggup atau tidak dalam menjalankan Kurikulum 2013. Batas waktu tersebut berlaku sampai Januari 2015.

"Sementara bagi yang tidak siap, kami persilakan menggunakan kurikulum tahun 2006," ungkap dia.(Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Sesmenko PMK Sugihartatmo dan Staf Khusus Menko PMK Dolfie, menerima Audiensi Duta Besar Amerika Untuk Indonesia Robert O Blake, Selasa (16/12/2014)  di Ruang Kerjanya, di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No. 3, Jakarta. (ole/Gs)

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember - Proses distribusi bantuan bencana longsor di Banjarnegara mengalami kesulitan. Medan berat dan cuaca belum kondusif menjadi penyebabnya.

“Saat ini salah satu kendalanya adalah transportasi dan kemudian juga kondisi alam, karena di sana masih hujan terus menerus,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Selain itu, seperti dilansir laman Timlo.net dari Merdeka.com, kondisi medan yang rusak juga menjadi penyebab lain terhalangnya distribusi bantuan. Hal ini menyebabkan alat transportasi cukup sulit mengakses lokasi bencana.

“Tempatnya tidak memungkinkan untuk semua alat transportasi masuk ke daerah bencana,” kata Menko PMK.

Pemerintah terpaksa memutuskan untuk menunda dulu pemberian bantuan kepada para korban. Menurut Menko PMK, bantuan akan segera diberikan setelah dipastikan kondisi alam dapat lebih kondusif.

“Ini tidak bisa terburu-buru. Kalau kita datangkan juga ke sana kemudian tidak bisa masuk juga akan menjadi satu hal lagi yang menambah permasalahan di sana,” terangnya.

Meski demikian, Menko PMK memastikan proses evakuasi akan terus dilakukan pemerintah. Menurut dia, evakuasi akan dijalankan hingga 21 Desember.

“Kita lihat apakah alam bersahabat atau tidak, tentu saja pemerintah atau negara akan hadir dan tidak akan berdiam diri,” ungkapnya.

Janji Percepat Relokasi Korban Longsor Banjarnegara

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Puan Maharani mengatakan saat ini pemerintah tengah menjalankan proses evakuasi bencana longsor Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia menerangkan pemerintah akan mempercepat proses relokasi korban sesaat setelah evakuasi dinyatakan selesai.

"Kami berharap hunian sementara maupun hunian tetap pascabencana ini, setelah nanti secepatnya akan ditemukannya korban-korban yang sampai saat ini belum semua ditemukan," ujar Menko PMK.

Menko PMK seperti dilansir laman Merdeka.com  mengatakan pemerintah tidak hanya akan menjalankan program relokasi. Program tersebut rencananya akan ditunjang dengan pelbagai program pendukung agar para korban dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sebelum terjadi bencana.

"Tentu saja harus kemudian dilanjutkan atau diteruskan dengan program-program lain, yaitu bagaimana kemudian semua keluarga itu kembali mendapatkan lahan untuk tempat tinggal, lahan untuk bercocok tanam, dan anak-anak bisa kembali bersekolah," tegas Menko PMK.

Lebih lanjut, Menko PMK menerangkan pemerintah akan menjalankan program pascabencana secara terpadu melibatkan seluruh kementerian terkait. Hal ini akan dilakukan setelah proses evakuasi bencana dinyatakan selesai pada 21 Desember mendatang.

"Setelah itu baru kita akan melakukan proses pascabencana di mana hal-hal yang berkaitan dengan bencana di Banjarnegara itu bisa kita lakukan secara menyeluruh," ungkapnya.(Tn/Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember – Menko PMK memberikan Sambutan Keynote Speech dalam Sarasehan Nasional yang diselenggarakan oleh Lemhanas, Selasa (16/12/2014) di Jakarta. Berikut Keynote Speech Menko PMK dimuat secara lengkap (Gs).

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

 

PENGUATAN PERAN LEMHANNAS RI GUNA REVOLUSI MENTAL DALAM RANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL

Keynote Speech

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

 

Jakarta, 16 Desember2014

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swastiastu

Yang saya hormati,

  • Gubernur Lemhanas RI Bapak Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji;
  • Wakil Gubernur Lemhannas RI;
  • Para Anggota Dewan Pengarah, Sestama, Para Deputi, Para Tenaga Profesional Lemhanas RI;
  • Para Tenaga Pengkaji dan Nara Sumber;
  • Peserta Sarasehan Nasional dan Hadirin Sekalian.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua sehingga pada pagi ini kita dapat hadir dalam acara sarasehan nasional yang di selenggarakan oleh Lemhanas Republik Indonesia. Merupakan suatu kehormatan dan kebahagian bagi saya selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia  dapat memenuhi undangan dan sekaligus memberikan materi pengarah dalam sarasehan ini.

Kegiatan sarasehan nasional dengan tema “Penguatan Peran Lemhannas RI Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional” adalah suatu prakarsa yang positip dan selaras dalam mendukung program Pemerintah Republik Indonesia untuk mencapai tujuan politiknya sebagaimana termatub dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sesuai haluan politik Trisakti Bung Karno, yakni Berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. 

Lemhanas RI, adalah salah satu lembaga negara yang  memegang peranan strategis untuk mencetak dan mempersiapkan kader dan calon-calon pemimpin bangsa di berbagai level kepemimpinan, baik nasional maupun daerah. Melalui pendidikan atau kursus-kursus Lemhanas, diharapkan para calon pemimpin nasional dapat memahami fungsi dan tanggung jawab kepemimpinannya dalam mengemban amanat penderitaan rakyat sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

.Gubernur dan Hadirin Yang Berbahagia,

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengingatkan kembali kepada kita semua tentang arti pentingnya ideologi bagi sebuah bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa tidak ada suatu bangsa di dunia yang dapat tumbuh dan menjadi negara yang besar serta kuat tanpa fondasi ideologi yang kokoh. Amerika, Cina dan Jepang adalah contoh negara-negara maju di dunia yang memiliki fondasi ideologinya masing-masing yang kokoh. Ideologi adalah meja statis yang berfungsi menjadi dasar kita berpijak dan sekaligus sebagai leitstar dinamis atau bintang penuntun yang menjadi pengarah bagi bangsa ini ke mana akan menuju cita-cita perjuangannya.

Bangsa Indonesia, sejak tanggal 18 Agustus 1945 melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) telah menetapkan Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. Dasar filosofis atau Philosofis Grondslaagh Pancasila tersebut dapat saudara-saudara pahami dari isi Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Sejak saat itulah, hingga saat ini, bangsa Indonesia masih terus dan akan tetap selamanya menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideology Negara serta sekaligus pandangan hidup bangsa (way of life) yang akan menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hadirin Yang Saya Hormati,

Globalisasi yang tengah berkembang dewasa ini, selain membawa nilai-nilai positip dalam peradaban umat manusia di dunia, juga telah membawa berbagai macam implikasi dalam sendi-sendi kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan kita. Berbagai macam ekses dan implikasi globalisasi tersebut jika tidak kita antisipasi dengan baik dan benar akan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Di sisi lain, Pancasila juga bukan merupakan ideologi yang bersifat taken for guaranted maupun ideology yang bersifat statis karena jika Pancasila tidak kita kembangkan dan kita posisikan sebagai ideologi yang dinamis dan ideologi yang bekerja di tengah masyarakatnya (working ideology), maka pada gilirannya Pancasila juga akan kehilangan relevansinya.

Oleh karena itulah, saya sangat berharap kepada Lemhanas, dalam menjalankan fungsi melakukan kajian-kajian terhadap masalah-masalah ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan, dapat terus melakukan upaya kritis mengembangkan Pancasila sebagai working ideology tanpa harus meninggalkan akar sejarah dalam proses kelahiran Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sebagaimana yang dimaksudkan Bung Karno dan para Pendiri Bangsa lainnya di tahun 1945 yang lampau.

Hadirin peserta sarasehan yang saya hormati,

Saat ini, Pemerintahan Presiden Jokowi sedang dihadapkan pada persoalan-persoalan sosial, ekonomi, politik dan hukum yang tidak mudah. Masih tingginya angka pengangguran, kemiskinan, tergerusnya kedaulatan pangan, ancaman ketahanan energi, keterbatasan sumber pembiayaan dalam negeri, lemahnya daya saing ekonomi, serta praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang kian hari masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan telah  mengakibatkan perekonomian nasional berjalan lambat.

Di sisi lain, kondisi perekonomian nasional yang masih belum stabil dan penegakan hukum yang masih belum maksimal, kita juga sudah dihadapkan pada konstelasi perekonomian global yang terus mengalami perubahan secara dinamis jika dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu yang ditandai dengan semakin dominannya perekonomian China, India, maupun kekuatan-kekuatan ekonomi lainnya. Selain itu kekuatan ekonomi AS, Jepang dan Eropa juga masih sangat berpengaruh kepada kondisi global pada umumnya maupun terhadap satu negara pada khususnya apabila ekonomi negara-negara tersebut mengalami goncangan. Pengaruh tersebut dapat tertransmisikan melalui besaran-besaran makro seperti perdagangan dan investasi, moneter, ataupun besaran-besaran sektor keuangan. Goncangan tersebut selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara lain yang pada akhirnya berakibat kepada tingkat pengangguran dan kemiskinan serta kesejahteraan rakyat pada umumnya.

Dalam konteks kerjasama internasional, pengaruh globalisasi dapat masuk dalam satu negara melalui kerjasama bilateral Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) ataupun kerjasama bilateral lainnya; kerjasama dalam organisasi multilateral seperti International Monetary Fund (IMF), The World Bank Group (WB), The United Nations (UN), Asian Development Bank (ADB), World Trade Organization (WTO); kerjasama regional/kawasan seperti Association of South East Asia Nations (ASEAN), Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), dsb; kerjasama plurilateral seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), maupun kegiatan-kegiatan melalui sektor swasta seperti Multi National Corporation (MNC), Foreign Direct Investment (FDI) dan Non Government Organization (NGO). Di dalam forum-forum tersebut di atas dibicarakan dan dinegosiasikan kepentingan masing-masing negara yang berunding ataupun kepentingan kawasan.

Globalisasi juga berpengaruh kepada satu atau banyak negara dapat ditransmisikan melalui berbagai bentuk: antara lain (1) Aliran sumber-sumber (flow of resources) melalui bantuan teknis (technical assistance), utang/pinjaman (loan), hibah (grants), perdagangan dan investasi (trade and investment), aliran modal (capital flows), dsb; (2) Lingkungan yang kondusif (Conducive Environment) yang diciptakan melalui berbagai kerjasama seperti penerapan standard and codes, best practices, law and order, dsb.; (3) Isu-isu yang dikembangkan sesuai dengan kepentingannya seperti hak asasi (human rights), stabilitas keuangan, korupsi, kemiskinan, kesenjangan, terorisme, perubahan iklim, dsb.

Hadirin Yang Berbahagia

Realitas atas situasi dan kondisi dalam negeri serta tantangan eksternal dari luar negeri yang saya gambarkan di atas adalah permasalahan yang kita hadapi sebagai sebuah bangsa saat ini. Oleh karena itu, diperlukan suatu rekayasa sosial bagi segenap bangsa Indonesia, baik komponen masyarakat umum maupun pemerintah dan penyelenggara negara lainnya agar dapat  merubah berbagai tantangan tersebut menjadi peluang bagi upaya  memajukan dan memakmuran bangsa.

Salah satu upaya yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah dengan memulai pembangunan Revolusi Mental bagi segenap bangsa Indonesia, baik untuk kalangan masyarakat umum, maupun di kalangan pemerintah serta penyelenggaran negara lainnya.

Revolusi Mental adalah suatu paradigma pembangunan nasional yang bertumpu pada pembentukan karakter nasional bangsa Indonesia (nation and character building). Membangun karakter manusia Indonesia yang sesuai dengan Kepribadian Bangsa Indonesia sebagaimana prinsip ke tiga ajaran Trisakti Bung Karno adalah yang menjadi fokus tupoksi saya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Tujuan dari Program Revolusi Mental bangsa Indonesia tersebut adalah agar terjadi akselerasi tujuan pembangunan nasional Indonesia sesuai dengan amanah kepada Pemerintahan Negara Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD NRI 1945, yaitu untuk: melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdasakan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pemerintahan Joko Widodo dalam melaksanakan amanat tersebut di atas dan memperhatikan berbagai permasalahan bangsa serta tantangan yang dihadapi, telah menetapkan Visi Pemerintahannya yaitu Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong. Visi ini akan diwujudkan dengan Tujuh Misi Pembangunan dan Sembilan Agenda Prioritas.

Tujuh Misi Pembangunan yaitu:

  1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
  2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum.
  3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
  4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.
  5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
  6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
  7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Sembilan agenda prioritas itu disebut NAWA CITA, sbb:

  1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara
  2. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
  3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
  4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
  5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
  6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
  7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
  8. Melakukan revolusi karakter bangsa.
  9. Memperteguh kebhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia

Gubernur dan Hadirin Yang Berbahagia,

            Pada akhirnya, visi dan misi Pemerintahan Jokowi tersebut di atas, tidak akan dapat terlaksana dengan baik jika tidak ada kerja sama dan gotong royong dengan segenap komponen masyarakat dan terutama dengan lembaga-lembaga negara lainnya termasuk dengan Lemhanas.

Oleh karena itu, saya berharap Lemhannas Republik Indonesia juga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dalam membantu Presiden Jokowi melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Sebagai lembaga negara yang bertugas untuk melakukan berbagai kajian strategis dan melakukan penggemblengan terhadap calon-calon pemimpin bangsa, selaku Menko PMK RI saya perlu untuk menyampaikan beberapa pesan dan masukan sbb:

Pertama, Memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas eksistensi Lemhanas sebagai lembaga kajian strategis negara dan lembaga pendidikan kader-kader dan calon-calon pemimpin bangsa yang bertujuan memperkuat sendi-sendi negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kedua, Lemhanas dapat mengembangkan dan mempertajam Program Nasional Revolusi Mental dalam Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang ditempuh melalui haluan politik TRISAKTI ajaran Bung Karno, khususnya dalam hal implementasi kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan kemanan dan kebijakan luar negeri.

Demikian beberapa pokok pikiranyang dapat saya sampaikan  untuk memberikan “Penguatan Peran Lemhannas RI Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional”. Selamat melaksanakan sarasehan semoga memberikan hasil yang maksimal dan berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNYA kepada kita sekalian.  Terima kasih atas perhatian hadirin semua.

 

Wassalamu ‘alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

Om Shanti Shanti Shanti Om

 

 

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

 

 

Puan Maharani

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember -  Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka secara resmi Musyawarah Nasional PMI ke XX, Selasa (16/12/2014) di Auditorium Cenderawasih, JCC Senayan, Jakarta. Turut mendampingi adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (2 kanan), Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (tengah) dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel (2 kiri).

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela 100 kali kepada 17 perwakilan dari tiap provinsi. Rincian penerima penghargaan tersebut adalah 6 orang dari Sumatera Utara, 42 orang dari Sumatera Selatan, sembilan orang dari Sumatera Barat, sembilan orang dari Riau, satu orang dari Kepulauan Riau, 171 orang dari DKI Jakarta, 124 orang dari Jawa Barat, empat orang dari Banten, sembilan orang dari DI Yogyakarta, 100 orang dari Jawa Tengah, 334 dari Jawa Timur, delapan orang dari Bali, satu orang dari NTB, 36 orang dari Kalimantan Timur, dua orang dari Kalimantan Barat, satu orang Kalimantan Tengah, 10 orang dari Sulawesi Selatan, dan enam orang dari Sulawesi Tengah. (fik)

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memandang Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) memiliki peran strategis dalam mendukung berjalannya visi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia berharap Lemhannas dapat memberikan kajian komprehensif yang dapat digunakan oleh Presiden Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Sebagai satu lembaga yang sudah didirikan sejak lama oleh Bung Karno, saya berharap ini nantinya sangat berperan memberikan kajian-kajian masalah geopolitik, pertahanan, keamanan, ekonomi, dan lain-lain kepada pemerintahan Presiden Jokowi," ujar Menko PMK dalam Sarasehan Nasional 'Penguatan Peran Lemhannas Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional, Selasa (16/12/2014)' di Gedung Lemhannas, Jakarta.

Menko PMK seperti dilansir laman Merdeka.Com, mengatakan dalam menjalankan pemerintahannya, Presiden Jokowi telah mencanangkan beberapa visi yang termaktub dalam Nawacita. Visi tersebut dinilai masih terus membutuhkan pelengkap agar dapat dijalankan secara sempurna.

"Saya berharap Lemhannas ini akan bekerja dengan baik sesuai fungsinya memberikan kajian komprehensif pada pemerintahan saat ini sesuai agenda prioritas Presiden Jokowi salah satunya negara harus hadir bersama warga negara di semua bidang strategis," ungkap Menko PMK.

Lebih lanjut, Menko PMK mengatakan Lemhannas memiliki peran yang sangat strategis dalam perkembangan pembangunan bangsa. Salah satunya dengan mencetak calon pemimpin yang berkarakter.

"Saya berharap bahwa di sinilah akan muncul bakal calon pemimpin bangsa yang memang bisa memajukan bangsa ini ke depan sebagai bangsa yang besar," tegas Menko PMK.(Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarat, 16 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Lembaga pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) yang mengambil tema: "Penguatan Peran Lemhanas RI Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional". Hadri dalam acara tersebut Gubernur Lemhanas RI, Budi Susilo Soepandji, dan Deputi Menko PMK Bidang Pendidikan dan Agama, Agus Sartono.

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Bencana longsor di seantero tanah air sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan, baik dari sisi frekuensi maupun jumlah korban jiwa. Fakta ini terlihat dari angka-angka statistik bencana longsor dalam satu dekade terakhir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho seperti dilansir laman Tribunnews, mengungkapkan sudah lebih dari 2.000 kali longsor terjadi di Indonesia, dalam 10 tahun terakhir. Akibat musibah yang didominasi andil kesalahan manusia itu pun sudah menewaskan lebih dari 1000 orang.

"Dalam kurun waktu 2005 sampai 2014 total terdapat 2.278 peristiwa longsor. Total ada 1.815 orang tewas dan hilang akibat bencana-bencana longsor‎ dalam waktu 10 tahun terakhir," katanya di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Bahkan diungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, dalam 10 tahun itu, tren bencana longsor cenderung meningkat. Di tahun 2005 tercatat ada 50 kejadian tanah longsor, 2006 ada 73 kejadian, 2007 sekitar 104 kejadian dan 2008 ada 112 kejadian, lalu meningkat lagi di tahun berikutnya, yakni pada tahun 2009 ada 238 kejadian, 2010 ada 400 kejadian.

"Pada 2011 jadi 329 kejadian, 2012 ada 291 kejadian, 2013 ada 296 kejadian, dan 2014 naik lagi ada 385 kejadian. Dalam 10 tahun itu tren bencana longsor cenderung meningkat," katanya.

Selain mengakibatkan 1.815 tewas dan hilang, ribuan peristiwa tanah longsor dalam 10 tahun terakhir juga berdampak pada 79.339 orang mengungsi, 7.679 unit rumah rusak berat, 1.186 unit rumah rusak sedang, dan 8.140 unit rumah rusak ringan.

BNPB sendiri sudah memetakan daerah-daerah rawan bahaya longsor di seluruh Indonesia. Hasilnya, daerah-daerah yang masuk dalam daerah bahaya longsor level sedang sampai tinggi sebanyak 274 kabupaten/kota.

"Daerah rawan longsor tersebar di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sebab, daerah-daerah itu merupakan daerah dataran tinggi atau perbukitan, pegunungan," tegasnya.

Jika dilihat secara detil, maka ada 3 kabupaten yang paling banyak atau sering terjadi peristiwa tanah longsor dalam 10 tahun terakhir. Di antaranya lanjut Sutopo adalah Kabupaten Wonogiri dengan 90 kejadian, Kabupaten Bogor dengan 75 kejadian, dan Kabupaten Wonosobo dengan 72 kejadian.

Sementara khusus untuk Kabupaten Banjarnegara terjadi 22 peristiwa tanah longsor sejak 2005 sampai 2014 ini.

"Artinya di Banjarnegara rata-rata setahun terjadi 2 sampai 3 kali tanah longsor," katanya.

Sementara kalau dipetakan secara provinsi, maka provinsi Jawa Barat adalah provinsi paling sering terjadi tanah longsor dengan 132 kejadian, disusul Provinsi Tengah dengan 102 kejadian, dan Jawa Timur dengan 47 kejadian.

Dari data BNPB selama 10 tahun terakhir itu,  terlihat bahwa puncak kejadian tanah longsor terjadi‎ pada bulan Januari dimana ada lebih dari 350 kejadian. Kemudian bulan Februari ada kurang lebih 300 kejadian, dan Maret ada lebih dari 210 kejadian. Ketiga bulan di awal tahun tersebut merupakan rentang waktu yang paling sering terjadi tanah longsor di Indonesia dengan peningkatan kejadian mulai terlihat pada bulan Oktober tahun sebelumnya.

"Semua kejadian itu nampak sangat dipengaruhi oleh pola hujan. Rata-rata kejadian longsor memang terjadi pada bulan-bulan saat musim penghujan," imbuhnya.
Edwin Firdaus

Longsor Terjadi 80 Persen Karena Ulah Manusia

Dalam kesempatan tersebut, BNPB menilai umumnya longsor, banjir maupun kebakaran hutan terjadi karena ulah manusianya.

Hal itu berdasarkan data investigasi sejumlah bencana di Indonesia.

"80 persen, bencana banjir, longsor atau kebakaran hutan itu ada campur tangan manusia, bukan faktor alam," kata Sutopo.

Sementara bencana akibat faktor alam,  di antaranya seperti gempa bumi atau Tsunami.

Seperti halnya longsor di Banjarnegara. Analisa BNPB,  longsor di Desa Jemblung ini hampir mirip dengan longsor di berbagai wilayah lainnya di Indonesia seperti di Karangayar pada 2007, Ciwidey tahun 2010, Cililin tahun 2013 dan Banjarnegara tahun 2006.

"Ini bukan hanya faktor alam saja yang berperan, tapi juga ada faktor manusia. Karena seharusnya di lokasi longsor itu ada tumbuh-tumbuhan dan pepohonan sehingga tak terjadi longsor," ujarnya.

40,9 Juta Orang Indonesia Hidup di Area Rawan Longsor

Sementara itu dikatakan 40,9 juta jiwa atau tepatnya 17,2 persen dari penduduk di seluruh wilayah Indonesia, ternyata berdiri di area yang rawan longsor. baik di area rawan longsor level sedang maupun tinggi, kata Sutopo Purwo Nugroho menandaskan di kantornya, Jakarta.

Menurutnya, dari 40,9 juta jiwa tadi ada sekitar 4,28 juta orang masih usia balita. Sedangkan penyandang disabilitas berjumlah 323.000 orang dan sejumlah 3,2 juta merupakan orang lanjut usia.

"Umumnya mereka tinggal di daerah dengan infrastruktur terbatas sehingga saat terjadi longsor evakuasi terkendala medan," katanya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember - Pramuka diminta bukan hanya sekadar menikmati hutan dalam kegiatan perkemahannya yang rutin dilaksanakan. Lebih dari itu, Pramuka juga harus bisa ikut menjaga kelestarian hutan.

Harapan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani seperti dilansir laman Detiknews, yang didapuk membuka Perkemahan Bakti Saka Pramuka Wanabakti (Pertiwana) Nasional IV Tahun 2014 di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jaktim, Senin (15/11/2014). Acara ini merupakan perkemahan tingkat nasional Saka Pramuka Wanabakti yang diikuti lebih 8.000 orang Pramuka Penegak dan Pandega, usia 16-25 tahun (tingkat SMA dan Perguruan Tinggi) dari seluruh Indonesia. Tidak ketinggalan perwakilan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

“Saat ini kita dihadapkan pada persoalan kehutanan, mulai dari perambahan hutan dengan beralihnya fungsi hutan hingga penebangan ilegal. Dengan perkemahan ini kita harapkan dapat membangkitkan kembali keresahan kita semua terhadap persoalan hutan di tengah-tengah dilema lajunya pembangunan,” ujar Menko PMK dalam keterangannya.

Menko PMK yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, ingin para anggotanya bisa menjadi contoh publik. Menko PMK melihat menjaga kelestarian alam tidak kalah penting dalam pembangunan yang tengah dikebut pemerintah.

‎Putri Megawati Soekarnorputri ini meminta Saka Pramuka Wanabakti bisa jadi pioneer terdepan dalam mendukung program kelestarian lingkungan. Selain itu kegiatan yang dilakukan Pramuka juga harus benar-benar berdampak positif bagi masyarakat sekitar.

"Saya berharap dukungan dan komitmen seluruh Kementerian dan Lembaga serta seluruh pihak terkait terhadap Gerakan Pramuka. Agar Gerakan Pramuka dapat terus menjaga konsistensinya dengan memberikan pendidikan karakter yang lebih berkualitas lagi dan menyentuh generasi muda bangsa yang lebih luas lagi,” tutupnya.(Dn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Keberadaan Madrasah Aliyah (MA) unggulan Insan Cendikia yang berprestasi tingkat internasional dan lulusannya bisa masuk universitas negeri papan atas turut mengangkat nama madrasah yang sebelumnya dianggap lembaga pendidikan kelas dua.

Dengan keberhasilan ini, seperti dilansir laman Antaranews, Kementerian Agama akan terus menambah jumlah MA Insan Cendikia di seluruh Indonesia. Saat ini yang sudah beroperasi 3 MA, yang dalam proses pembangunan 20 sehingga total ada 23 MA di 23 provinsi yang seluruhnya akan beroperasi pada 2017.

Lalu bagaimana dengan 10 provinsi sisanya? Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag Nur Kholis Setiawan mengatakan, dalam diskusinya dengan Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menag menyampaikan bahwa dirinya akan mengusahakan 10 provinsi sisanya dengan bekerjasama dengan gubernur.

"Kalau sudah ada madrasah yang bagus, kita kelola dari sini, menunya dari sini, sama persis rasanya, hanya outletnya yang beragam, bermitra dengan pemerintah daerah, bisa maksimal," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (15/12/2014).

Menag menambahkan, melalui kerjasama dengan pemerintah, maka otomatis sustainabilitas madrasah tersebut juga terjaga. "Pemerintah daerah tidak selesai hanya menyerahkan 10 hektar pada kita, tetapi mereka juga berkewajiban membangun infrastruktur jalan, listrik, air, sanitasi, beasiswa dan seterusnya," tandasnya.

Selanjutnya, tugas Kemenag adalah mengontrol dan membina, sekaligus madrasah unggulan tersebut bisa menjadi percontohan. Ia menjelaskan, Madrasah Insan Cendikian Serpong membantu madrasah yang ada di sekelilingnya sehingga saat ini, tak ada lagi madrasah buruk di seputaran Serpong, Tangsel, Banten.

"Tolak ukurnya mudah, dari hasil Ujian Nasional. Tidak ada angka ujian Madrasah Aliyah yang buruk. Tidak pernah dibawah 99 persen. Ini artinya serius membina," katanya.

Bahkan bukan hanya membantu madrasah di sekitarnya, Insan Cendikia Serpong atau Gorontalo juga diminta pertimbangan oleh daerah lain seperti di NTT.

"Skema begini mudah melakukan pembinaan karena ada imamnya. Mereka jadi mercusuarnya. Saya yakin strategi pengembangannya akan jauh lebih efektif karena roadmapnya jelas," ujarnya.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Menko PMK Puan maharani secara resmi membuka Perkemahan Bakti Saka Pramuka Wanabakri (Pertiwana) Nasional IV Tahun 2014, Senin (15/12/2014) di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur. Menko PMK dalam sambutannya mengharapkan Satuan Karya (Saka) Pramuka Wanabakti mempunyai tanggung jawab yang lebih sebagai benteng pertahanan kelestarian hutan di Indonesia. Tidak sekedar menjadi penikmat hutan dengan berkemah di tengah hutan tanpa mendapat nilai apapun tentang hutan.

Pertiwana Nasional IV Tahun 2014 merupakan perkemahan tingkat nasional Saka Pramuka Wanabakti yang diikuti oleh kurang lebih 8.000 orang Pramuka Penegak dan Pandega, usia 16-25 tahun (tingkat SMA dan Perguruan Tinggi) dari seluruh Indonesia dan perwakilan Negara-negara di kawasan Asia Pasifik, yang paham memiliki ketertarikan berbagai hal tentang hutan.

Sesuai dengan tema kegiatan Pertiwana Nasional IV tahun 2014 ini “One Scout One Tree” para Anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti harus menjadi pionir terdepan dalam mendukung program kelestarian lingkungan agar hutan dan lingkungannya dapat bermanfaat bagi peradaban manusia.

“Saat ini kita dihadapkan pada persoalan kehutanan, mulai dari perambahan hutan dengan beralihnya fungsi hutan hingga penebangan ilegal. Dengan perkemahan ini kita harapkan dapat membangkitkan kembali keresahan kita semua terhadap persoalan hutan ditengah-tengah dilema lajunya pembangunan,” tegas Menko PMK.

Pemerintah diminta bantu Jamnas Pramuka 2016

Sementara itu Kwarnas Gerakan Pramuka juga akan menyelenggarakan Jambore Nasional tahun 2016 dan diharapkan Pemerintah membantu penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) 2016 tersebut, khususnya mengenai anggaran.

Ketua Kwarnas Pramuka, Adhyaksa Dault seperti dilansir laman Antaranews, mengatakan hal itu kepada pers di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (15/12/2014), terkait persiapan Jamnas tahun 2016.

Hadir dalam acara persiapan itu, Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya yang kebetulan dalam rangka kunjungan kerja masa reses.

Adhyaksa Dault mengatakan bahwa Pramuka akan "all out" untuk mempersiapkan Jamnas secara matang, agar pelaksanaanya Jamnas 2016 nanti bisa berjalan dengan baik.

"Kwarnas membutuhkan dukungan Komisi X dalam rangka membantu persiapan pramuka dari sisi anggaran," katanya.

Adhiyaksa juga menyebutkan Pramuka akan melakukan "re-branding", khusus untuk itu dan dalam rangka mempersiapkan Jamnas 2016, sehinga membutuhkan dukungan anggaran. "Ini dibutuhkan untuk memperbaiki berbagai fasilitas yang ada di Buperta, Cibubur," paparnya.

Ketika menanggpai hal tersebut, Ketua Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya mengatakan Gerakan Pramuka harus terus didukung dan didorong untuk dikembangkan dan Komisi X sebagai mitra dari Kwarnas Gerakan Pramuka akan memberikan dukungan penuh sesuai dengan harapan Kwarnas.

"Kami akan suport Pramuka dalam rangka persiapan Jamnas termasuk dari sisi anggaran, karena harapan Pramuka sebagai salah satu tempat pembinaan kaum muda agar lebih berkarakter dan cinta tanah air bisa di wujudkan," katanya.(Tn/Ant/Gs).

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember 2014- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyematkan topi kepada peserta dari Papua menandai dibukanya Perkemahan Saka Wanabakti Pramuka tingkat Nasional tahun 2014, Senin (15/12/2014) di Lapangan Utama Buperta Cibubur Jakarta Timur. Acara ini juga dihadiri oleh Menpora Imam Nahrawi, dan Ketua Kwartir Nasional Adiyaksa Dault.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember – Menko PMK Puan Maharani mengatakan bahwa Gerakan Pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter bangsa yang dapat diandalkan.

“Gerakan Pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter bangsa yang dapat diandalkan karena konsistensinya”, kata Menko Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam sambutan pada Upacara Pembukaan Perkemahan Bakti Saka Pramuka Wanabakti Nasional IV Tahun 2014, Senin (15/12/2014) siang di Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta Timur.

Lebih lanjut Menko PMK selaku Ketua Harian Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka mengatakan, “Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai luhur budaya bangsa serta perilaku manusia yang berhubungan dengan Sang Pencipta, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama. Pembangunan Manusia Indonesia yang berkarakter akan memperkuat bangunan Bhineka Tunggal Ika”.

 

Menko PMK menegaskan, “Oleh karena itu Gerakan Pramuka harus menjadi yang terdepan melaksanakan revolusi mental, revolusi menjadi bangsa memiliki karakter yang baik, jujur, disiplin, beretos kerja, tangguh, dan bertanggung jawab dengan bersandar pada nilai – nilai budayanya yang baik. Revolusi Mental yang dimaksud adalah perubahan cara berpikir dan bertindak untuk ikut memiliki tanggung jawab dalam melakukan pembangunan bangsa dan Negara”.

 

Dalam mengawali sambutan tersebut, Menko PMK mengajak seluruh hadirin, Bapak, Ibu, Kakak, dan adik- adik peserta Pertiwana, untuk memanjatkan Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya, pembukaan Pertiwana Nasional IV Tahun 2014 ini dapat dilaksanakan.

 

Kepada seluruh Peserta, Pendamping, dan Panitia saya ucapkan selamat datang dan selamat berpartisipasi dalam Pertiwana Nasional IV 2014. Secara khusus Menko PMK juga mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas peran serta dalam Periwana Nasional IV tahun 2014 kepada Pimpinan dan Anggota Pramuka dari Negara sahabat Kerajaan Malaysia dan Kerajaan Brunai Darusalam.

   

Dihadapkan Persoalan Kehutanan

Menko PMK lebih lanjut mengatakan bahwa Pertiwana Nasional IV Tahun 2014 merupakan perkemahan tingkat nasional Saka Pramuka Wanabakti yang tentunya diikuti oleh para peserta yang paham atau paling tidak memiliki ketertarikan berbagai hal tentang hutan. Kita ketahui bersama juga bahwa saat ini kita dihadapkan pada persoalan kehutanan, mulai dari perambahan hutan dengan beralihnya fungsi hutan hingga penebangan ilegal. Dengan perkemahan ini kita harapkan dapat membangkitkan kembali keresahan kita semua terhadap persoalan hutan ditengah – tengah dilema lajunya pembangunan.

 

Walaupun Fokus Pembangunan kita adalah diperuntukan bagi kepentigan manusia, tetaplah perlu dan penting menjaga keseimbangan dan daya dukung alam serta lingkungan hidup. Hutan hujan Indonesia merupakan salah satu paru – paru dunia, yang didalamnya mengandung kekayaan ragam kehidupan yang tentunya harus dilestarikan demi kelanjutan hidup umat manusia di masa mendatang. Dan budaya kita dengan berbagai kearifan lokalnya telah menunjukan hubungan yang harmonis antara manusia dan hutan, oleh karena itulah pembangunan manusia yang dilakukan harus tetap bersandar pada nilai – nilai budaya yang ada yang telah dijadikan panduan hidup sejak jaman dahulu.

 

Jadi Benteng pertahanan Kelestarian Hutan

Menko PMK menegaskan bahwa Kakak – Kakak dan Adik Saka Pramuka Wanabakti mempunyai tanggung jawab yang lebih sebagai benteng pertahanan kelestarian hutan kita. Jangan hanya menjadi penikmat hutan dengan berkemah ditengah hutan tanpa mendapat nilai apapun tentang hutan. Sesuai dengan tema kegiatan Pertiwana Nasional IV tahun 2014 ini “One Scout One Tree” para Anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti harus menjadi pioneer terdepan dalam mendukung program kelestarian lingkungan agar hutan dan lingkungannya dapat bermanfaat bagi peradaban manusia.

Kepada Kakak – Kakak Pembina dan seluruh pihak terkait, Saka Pramuka Wanabakti harus diberikan peran yang lebih, tidak hanya dalam memahami persoalan kehutanan di tanah air, tetapi juga perannya di masyarakat mengampanyekan kelestarian hutan secara berkelanjutan.

 

Dapat Dijadikan Event Besar

Menko PMK mengharapkan Pertiwana kedepan dapat dijadikan event yang lebih besar lagi, kegiatan yang mampu melibatkan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, kegiatan yang benar-benar mampu menjalin kebersamaan yang kuat antara Pramuka, masyarakat dan hutan. Bila perlu Pertiwana selanjutnya dilakukan di sekitar hutan yang memiliki masalah lingkungan dan sosial, sehingga para peserta benar – benar merasakan persoalan yang dihadapi dilapangan dan bersama – sama mencari solusinya.

 

Jaga Konsistensi

Komitmen dan dukungan Kementerian dan Lembaga terkait sangat dibutuhkan bagi konsistensi Pramuka Saka Wanabakti dan Saka – Saka lainnya dalam Gerakan Pramuka. Untuk itu, Menko PMK berharap dukungan dan komitmen seluruh Kementerian dan Lembaga serta seluruh pihak terkait terhadap Gerakan Pramuka. Agar Gerakan Pramuka dapat terus menjaga konsistensinya dengan memberikan pendidikan karakter yang lebih berkualitas lagi dan menyentuh generasi muda bangsa yang lebih luas lagi.

 

“Akhirnya, dengan atas nama kita semua, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohiim, Perkemahan Bakti Saka Pramuka Wanabakti Nasional IV Tahun 2014 secara resmi saya buka. Selamat berkemah, semoga kesuksesan menyertai langkah-langkah Kakak-Kakak dan Adik-Adik semua di masa yang mendatang”, kata Menko PMk mengakhirnya sambutannya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Menteri LH dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, jajaran Pengurus Gerakan Kwartir nasional Gerakan Pramuka, dan para pimpinan Kwartir Gerakan Pramuka Daerah.(Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember – Sekretaris Kemenko PMK (Sesmenko PMK) Sugihartatmo (ketiga kiri) memimpin Rapat Sinkronisasi dan Koordinasi (Rasinkor) Agenda Pembangunan Prioritas 2015 – 2019 dalam bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, Senin (15/12/2014) pagi di Ruang rapat Utama, Lantai 7, Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Dalam rasinkor tersebut tampak hadir para pejabat Eselon Kemenko PMK antara lain Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Haswan Yunaz, Deputi Menko PMK Bidang Pendidikan dan Agama Agus Sartono, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan KB Tubagus Rachmat Sentika (kedua kanan), Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Ghazali Situmorang, para staf Ahli Menko PMK Gunarso, Kriya, Eka Julianti, Dwi Lisetiowati, Marahum, jajaran pejabat Eselon kemenko PMK diantaranya Kepala Biro perencanaan Kemenko PMK  Raden Wijayakusuma (kanan).

Hadir pula para pejabat yang mewakili K/L terkait.

Dalam Rasinkor tersebut sebagai upaya  untuk mensinergikan program/kegiatan K/L dalam mendukung Agenda Pembangunan Nasional 2015 – 2019 di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. (Gs).  

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember  - Presiden Jokowi setelah meninjau proses pencarian korban longsor, langsung memberikan bantuan kepada para pengungsi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Saat berada di posko pengungsian, Presiden Jokowi  dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa seperti dilansir laman Tribunnews, secara simbolis memberikan bantuan ribuan selimut kepada para korban selamat. "Bantuan berupa perlengkapan tidur diberikan kepada para korban bencana tanah longsor," ujar Mensos.

Kepada petugas Posko, Mensos meminta petugas senantiasa memerhatikan para pengungsi. "Selalu perhatikan apa yang dibutuhkan pengungsi, mulai dari kebutuhan logistik ataupun perlengkapan yang diperlakukan darurat seperti ini," katanya.

Sementara Presiden Jokowi memerintahkan TIM SAR Gabungan membuka akses jalan yang tertutup, sehingga alat berat berupa eskavator bisa masuk ke lokasi longsor untuk melakukan evakuasi. "Kalau akses jalan sudah terbuka semua, eskavator baru bisa masuk," kata Jokowi.

Presiden  meminta kepada Tim SAR dan warga berhati-hati saat proses evakuasi. "Sekali lagi semuanya harus berhati-hati saat melakukan evakuasi," tegas Presiden.

Presiden menyebut Provinsi Jawa Tengah memang banyak terdapat titik-titik rawan bencana. Tidak hanya bencana longsor, namun juga bencana alam lainya. "Saya minta, semua warga yang tinggal di daerah titik rawan bencana selalu waspada,"ungkapnya.

Satu Ton Makanan Tambahan ASI DiSalurkan  

Sementara itu, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) Kementerian Kesehatan telah mengirimkan mengirim tim Rapid Health Assesment (RHA) PPK, Minggu siang (14/12/2014).

Kemenkes juga menyalurkan satu ton makanan tambahan ASI dan makanan  tambahan untuk ibu hamil akan dikirim malam ini dari Direktorat Bina Gizi Kemenkes.

"Untuk kebutuhan obat sementara masih bisa didukung dari Dinas Kesehatan Banjarnegara dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI, drg Murti Utami MPH di Jakarta, Minggu (14/12/2014).

Disebutkan, tim Rapid Health Assesment ini akan membantu tim Penanggulangan Krisis Kesehatan  regional Jawa Tengah dan DIY yang sudah berada di lokasi kejadian.

Data BNPB, hingga Minggu (14/12/2014) pukul 16.00 WIB, bencana longsor di Dusun Jemblung Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten  Banjarnegara berhasil menemukan 32 korban tewas. Sebanyak  76 orang yang diduga tertimbun masih dicari.

Tercatat 800 orang mengungsi tersebar di Kecamatan Karangkobar sebanyak 577 orang mengungsi di 10 titik lokasi pengungsian dan KecamatanWanayasa sebanyak 223 orang. Lima  orang dirujuk ke RS Banjarnegara dan 9 orang (LR) mendapat perawatan di Puskesmas terdekat. (Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember - Setelah membubarkan 10 lembaga non-struktural baru-baru ini, Presiden Joko Widodo  segera membubarkan kembali 40 lembaga non-struktural lainnya. Selain untuk merampingkan birokrasi dan mengefektifkan kementerian, Jokowi bertujuan mengefisiensienkan anggaran.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, saat dihubungi. Namun, Andi enggan menyebutkan lembaga yang dimaksud.

"Saya belum bisa sebutkan namanya,“ ujarnya, Sabtu (13/12/2014).

Saat ini, tambah Andi, seperti dilansir laman Tribun News, pemerintah masih mengkajinya. Ada dua fokus yang masih dikaji terkait rencana pembubaran 40 lembaga tersebut.

“Soal anggaran yang sudah terlanjur dialokasikan ke lembaga-lembaga tersebut dan sejauh mana lembaga-lembaga tersebut sudah terikat kontrak atau perjanjian dangan pihak lainnya agar pada saat proses likuidasinya tak menimbulkan masalah," ujarnya.

Menurut Andi, 10 lembaga non-struktural yang sebelumnya dinyatakan sudah dibubarkan  merupakan hasil kajian lama yang belum dieksekusi oleh pemerintah sebelumnya.

Dari situs resmi  Sekretariat Kabinet (Setkab), sesuai Perpres Nomor 176 Tahun 2014 tentang Pembubaran 10 Lembaga Non-Struktural, ke-10 lembaga yang dibubarkan itu adalah:

1. Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional
2. Lembaga Koordinasi dan Pengendalian Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat
3. Dewan Buku Nasional
4. Komisi Hukum Nasional
5. Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Nasional
6. Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan
7. Badan Pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu
8. Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak-Anak
9. Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia
10. Dewan Gula Indonesia. (HAR). (Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, (15/12) – Memberitahukan bahwa sehubungan dengan adanya pemberitaan mengenai akun twitter yang tidak benar, maka diberitahukan dengan ini akun resmi twitter Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan adalah @puan_maharani.  Kami berharap agar masyarakat mewaspadai hal tersebut.

Terima kasih,

HUMAS KEMENKO PMK

*****

Biro Informasi dan Persidangan

Telepon/Fax : (021) 3453289, 3507679        

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember  - Persoalan pelajar dan sekolah marak belakangan ini, Menteri Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan pun meminta kepala sekolah langsung turun tangan apabila melihat ada yang tidak beres dalam proses kegiatan belajar mengajar, terutama dari para siswa.

"Jika melihat potensi masalah kepala sekolah harus turun tangan," ujar Mendikbud di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu(14/12/2014). Mendikbud  seperti dilansir lamanTribun News, juga menyadari kasus tawuran antarpelajar terjadi peningkatan menjelang akhir tahun. Meskipun dia tak menyebutkan berapa angka yang signifikan terjadi.

Menurut penggagas gerakan Indonesia Mengajar ini, energi para siswa yang tak tersalurkan dengan baik menjadi penyebab utama. Faktorl lainnya pembinaan siswa yang tak berjalan dengan baik kesadaran yang rendah akan masalah ini. Meski begitu, dia berjanji akan berusaha menangani persoalan tersebut.

"Di tiga bulan terakhir ini ada peningkatan yang tinggi, insya allah kami akan melakukan tindakan penurunan," kata Mendikbud.

Kegiatan Eskul Perlu Diganti

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud, menilai kegiatan ekstra kurikuler (Ekskul) yang ada di sekolah sudah ketinggalan zaman, sehingga dianggap menjadi pemicu maraknya tawuran antarpelajar.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini perlu membuat ekskul yang menarik supaya energi anak-anak lebih tersalurkan

"Ekskul yang ada ini sudah ketinggalan zaman. Sekarang banyak anak-anak yang sudah kurang tertarik dengan ekskul yang ada. Maka kita harus buat ekskul yang menarik, jadi energi lebih anak-anak tersalurkan," katanya.

Penggagas gerakan "Indonesia Mengajar" ini mengatakan, selain kegiatan ekskul yang harus diubah, Bimbingan Konseling (BK) juga harus diperkuat dan responsif terhadap masalah siswa. Hal tersebut agar para guru tidak mendiamkan dan membiarkan bibit tawuran di sekolah.

"Guru harus cepat merespons, kepala sekolah mempunyai otoritas, guru punya otoritas dan jadikan sekolah tempat subur perdamaian bukan tempat subur kekerasan," ujarnya.

Selain juga, Mendikbud  menegaskan kepala sekolah harus lebih bijak menangani permasalahan yang ada di sekolah. Pimpinan sekolah juga harus menunjukkan kepemimpinannya. "Jika melihat potensi masalah kepala sekolah harus turun tangan," ucapnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember  - Presiden Joko Widodo meminta evakuasi korban tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, segera diselesaikan.

"Yang paling penting sekarang evakuasi dulu. Saya sudah pesan tadi, dirampungkan dulu evakuasinya, kita tidak akan bicara yang lain, konsentrasi evakuasi," kata Presiden di Banjarnegara, Minggu (14/12/2014) siang.

"Nanti kalau jalannya sudah didorong, sudah bisa dibuka, ekskavator masuk. Diperkirakan besok ekskavator masuk karena memang kondisinya seperti itu," katanya usai mengunjungi lokasi tanah longsor dan tempat pengungsian warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.

Saat ditanya mengenai batas waktu evakuasi, Presiden seperti dilansir laman Anatarnews, mengatakan bahwa hal itu akan dilihat berdasarkan kondisi di lapangan.

Presiden mengakui titik-titik rawan longsor di Jawa Tengah banyak sekali dan mengimbau warga waspada, terutama yang berada di daerah rawan longsor.

Saat meninjau lokasi tanah longsor, Presiden menyempatkan diri turun ke permukiman yang tertimbun tanah longsor untuk melihat lebih dekat proses evakuasi.

Presiden dan Ibu Negara Iriana kemudian mengunjungi tempat pengungsian warga Dusun Jemblung di Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, dan memberikan bantuan kepada para pengungsi yang rumahnya tertimpa tanah longsor.

Menurut Kepala Desa Sampang Purwanto, Presiden memberikan bantuan uang untuk setiap keluarga korban tanah longsor, terutama yang rumahnya tertimpa longsoran.

Selain itu, kata dia, Presiden juga memberikan bantuan uang Rp20 juta kepada Kepala Dusun Jemblung untuk memenuhi keperluan pengungsi selama beberapa hari.

Ia mengatakan di Dusun Jemblung ada 82 keluarga yang terdiri atas 253 orang. "Jumlah warga kami yang tertimbun sekitar 100 orang," katanya.

Berdasarkan data sementara Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, sudah ada 32 jenazah korban yang ditemukan, tujuh di antaranya belum teridentifikasi.

Sementara jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 649 jiwa yang tersebar di 12 lokasi pengungsian. Para pengungsi tidak hanya berasal dari Dusun Jemblung, tetapi juga dusun lainnya yang terancam bencana tanah longsor.

Longsor, Bencana dengan Korban Terbanyak di 2014

 Sementara itu, Longsor di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah harusnya makin menyadarkan masyarakat untuk lebih menaruh perhatian lebih serius dari ancaman longsor.

Data sementara kejadian bencana di Indonesia tahun 2014 ada 248 jiwa orang tewas akibat longsor. Jumlah ini hampir dua per tiga dari korban tewas akibat bencana di Indonesia selama 2014.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB seperti dilansir laman Tribun news, mengatakan, bencana tanah longsor selalu berulang setiap tahun. Di Indonesia ada sekitar 40,9 juta jiwa penduduk yang terpapar bahaya longsor sedang hingga tinggi.

"Masyarakat terpapar adalah masyarakat beserta perumahan, sistem atau elemen lain yang berada pada zona bahaya dan berujung pada potensi kerugian.  Bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya degradasi lingkungan, dan curah hujan yang makin ekstrem menyebabkan risiko longsor makin tinggi," kata Sutpo dalam keterangan tertulisnya.

Pola longsor setiap tahun sesungguhnya sudah dikenali. Data kejadian longsor memiliki korelasi positif dengan pola hujan, dimana sebagian besar bulan  Januari adalah puncak kejadian longsor. Wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah provinsi yang paling banyak bencana longsor.

Daerah yang berulang mengalami longsor adalah Kab Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung Barat, Tasikmalaya, Purbalingga, Banjarnegara, Karanganyar, Wonosobo, Temanggung, Cilacap, Grobogan, Pemalang, Brebes, Pekalongan, Pacitan, Ponorogo, Malang, Jember dan lainnya sering terjadi longsor.

Masyarakat yang terpapar longsor umumnya tidak memiiki kemampuan memproteksi diri dan lingkungan dari longsor. Sistem pertanian subsisten diolah di lereng-lereng perbukitan tanpa diikuti konservasi tanah yang baik. Untuk itu sosialisasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan.

Tata ruang benar-benar ditegakkan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan yang intinya meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus lingkungan setempat(Tn/Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 14, 2014

Jakarta, 14 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani lewat akun Twitter resmi miliknya @puan_maharani , mengatakan mengenai langkah penanganan bencana longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Menurut dia, pemerintah bertindak cepat dalam menangani bencana ini.
"Pemerintah langsung cepat kerjakan 6 upaya penanganan bencana di Banjarnegara," kata Menko PMK Puan Maharani Minggu (14/12/2014).
Menko PMK seperti dilansir laman Merdeka.com.,  memaparkan 6 langkah tersebut yakni pertama, upaya tanggap darurat diprioritaskan pada pencarian korban yang belum ditemukan. "Terdapat 35 rumah tertimbun," ujarnya.
Langkah kedua, ujarnya, adalah menangani pengungsi sebanyak 592 jiwa di 10 titik. Ketiga, "Pemberian uang duka kepada sebagian keluarga korban oleh Kemensos dengan nilai Rp 5 jt per jiwa" imbuh Menko PMK.
Berikutnya keempat, lanjut Menko PMK, pihaknya melakukan penilaian terhadap kerusakan dan kerugian sebanyak 8 hektar sawah dan lahan Palawija 5 hektar yang rusak akibat longsor. Selain itu sungai tertutup sedimen 1 Km dan jalan rusak 500 meter.Kelima, "Merencanakan pembangunan Hunian Sementara atau Hunian Tetap," kata Menko PMK.
Langkah terakhir, keenam, Menko PMK mengatakan, masa tanggap darurat dimulai dari tanggal 8 dan berakhir pada tanggal 21 Desember.
Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengirimkan sejumlah paket bantuan bagi para korban bencana tanah longsor di Dusun Jimblung, Desa Sampang, Kecamatan Karang Kobar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Bencana tanah longsor itu telah menewaskan 17 orang dan puluhan luka-luka. Jumlah korban diperkirakan bertambah karena masih banyak warga yang belum ditemukan.
"Kemensos telah menerjunkan 100 personel dari Taruna Siaga Bencana (Tagana)" kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (13/12).
Para Tagana itu difokuskan untuk membantu pada masa evakuasi korban bencana tanah longsor. Selain itu, mereka juga ditugaskan mendirikan Pos Komando dan Pengendalian (Poskodal) dan menyediakan dapur umum lapangan.
Saat ini, truk-truk bantuan sedang dalam perjalanan darat dengan membawa pasokan sejumlah kebutuhan logistik menuju gudang di Kabupaten Banjarnegara. Paket bantuan yang dibawa tersebut, berupa makanan anak 500 paket (56.250), family kit 327 paket (36.7650), per dapur keluarga 250 paket (277.640), serta selimut sebanyak 300 potong (59.000).
"Jumlah paket bantuan sebesar Rp 235.456.550," ujarnya.
Sementara itu, paket bantuan ke Provinsi Jawa Tengah, berupa lauk pauk sebanyak 3.000 paket (58.520), makan anak 1.500 paket, mie instant 60.000 bungkus (1577), serta selimut 501 potong (59.000). "Total semua bantuan Rp 384.121.500," katanya.(Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on December 14, 2014

Jakarta, 14 Desember - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise menggandeng perusahaan digital internasional seperti google, Microsoft, Apple membantu pemutusan mata rantai kekerasan anak dari jalur internet.

Hal ini ketika dia menghadiri pertemuan gerakan anti kekerasan pada anak di United Kingdom (UK). Pertemuan tesebut dihadiri oleh 250 lebih negara ini merupakan pertemuan.

Oleh humaspmk on December 14, 2014

Jakarta, 14 Desember - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, mengatakan bakal memprioritaskan pembangunan terhadap warga korban longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. “Agar warga desa itu bisa kembali bergerak dan beraktivitas perekonomian,” ujarnya.

Pages

Subscribe to Berita dan Artikel