Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

PMK Lainnya

Oleh humaspmk on January 12, 2015

Jakarta, 12 Januari  - Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari akibat banjir dan tanah longsor.

"Status tersebut ditetapkan selama tujuh hari mulai Minggu (11 Januari - red) sampai 17 Januari 2015 nanti," kata Wali Kota Manado Vicky Lumentut, di Manado, Minggu (11/1/2015).

Vicky seperti dilansir laman Antaranews, mengatakan, untuk menetapkan status tanggap darurat bencana memang tidak sembarangan, karena itu pemerintah melakukan pemantauan di seluruh wilayah bencana untuk menentukan apakah yang terjadi dapat dikategorikan dalam tanggap darurat bencana atau tidak.

"Dan berdasarkan hal tersebut, maka kami menetapkan tanggap darurat bencana serta melakukan semua prosedur yang diwajibkan, sehingga warga yang mengungsi akibat bencana tetap mendapatkan pelayanan," katanya.

Untuk tanggap darurat bencana tersebut, kata Vicky, pemerintah melalui Dinas Sosial sudah mendirikan dapur umum di wilayah-wilayah yang terkena bencana seperti Paal Dua, Ternate Tanjung, Wanea, Komo Luar, Dendangan Luar dan Taas yang terkena bencana.
(Simak di sini, Banjir Manado dan ribuan pengungsi)

Ia mengatakan, sejak Minggu malam, semua pihak terkait, baik Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, Camat hingga lurah dan kepala lingkungan sudah turun melakukan pendataan semua yang mengungsi.

Dikatakannya, sejak siang sampai sore, warga rata-rata mulai kembali ke rumah untuk membersihkan tumpukan sampah dan lumpur yang dibawa banjir saat air naik sampai ketinggian 1--1,5 meter.

3.000 orang mengungsi

Bencana banjir dan tanah longsor melanda Manado pada Minggu 911/1/2015) dini hari hingga subuh, menyebabkan 3.000 orang mengungsi.

Wakil Wali Kota Manado, Vicky Lumentut, di lokasi bencana Manado, Minggu (11/1/2015), mengatakan di beberapa lokasi sejak Sabtu pukul 24.00 WITA, hingga Minggu subuh pukul 04.00 WITA, air sudah naik sampai ketinggian 3,6 meter, dan berhenti naik. Sekitar 3.000 penduduk sudah mengungsi.

"Penduduk yang mengungsi tersebut adalah di Paal Dua, Ternate Tanjung, Komo Luar, Dendengan Dalam, Sumompo, Bailang, Cempaka dan sebagian Wanea," kata Wali Kota Manado, Vicky Lumentut, di lokasi bencana, Minggu.

Vicky mengatakan, warga yang mengungsi sudah diberikan bantuan oleh pemerintah melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado, berupa makanan siap saji.

Ia mengatakan, seluruh penduduk yang berada di wilayah bencana yang mengungsi memang sudah diberikan bantuan, dan akan berlangsung hingga tujuh hari.

Ia mengatakan selain makanan siap saji, pemerintah juga mendirikan dapur umum, untuk menolong warga mendapatkan makanan sehingga bisa tetap makan dan tidak kelaparan.

Ia mengatakan warga mengungsi di sekolah-sekolah, masjid dan gereja, rumah saudara, dan wilayah tinggi sampai kondisi dirasakan aman.

"Meski berada di lokasi bencana, warga ada yang sudah kembali membersihkan sisa-sisa bencana seperti sampah dan lumpur yang masuk di rumahnya," katanya.

Namun ia mengingatkan warga untuk tetap waspada, dan jangan sampai terlena, sambil berharap hujan tidak lagi turun agar bisa segera mengambil mengamankan diri dan mengungsi kalau air naik lagi.

"Tetapi saya sudah berkoordinasi dan menginstruksikan seluruh camat, lurah sampai kepala lingkungan untuk bersama dengan BPBD dan Dinas Sosial mengarahkan warga mengungsi," katanya. (Ant/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 12, 2015

Jakarta, 12 Januari  - Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali, dr Gede Bagus Darmayasa, mengaku kewalahan menangani pasien yang meningkat signifikan setelah dihentikannya layanan jemput pasien dan kunjungan rutin ke berbagai puskesmas.

"Jika sebelumnya pasien yang berkunjung maksimal 90 orang per hari, mulai awal Januari ini rata-rata menjadi sekitar 150 pasien," katanya di Denpasar, Minggu (11/1/2015).

RSJ yang berlokasi di Kabupaten Bangli itu tidak memungkinkan lagi melakukan layanan jemput pasien dan layanan keliling sejak pemberlakuan UU No 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

UU tentang Kesehatan Jiwa seperti dilansir laman Antara News, mengharuskan pelayanan kesehatan dilakukan secara terintegrasi, khususnya untuk pasien gangguan jiwa yang telah mengantongi kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pasien rawat jalan RSJ Bangli, ujar dia, harus melakukan perawatan berjenjang. Yakni, mulai dari puskesmas, jika tidak memungkinkan di puskesmas pasien harus ke rumah sakit di tingkat kabupaten/kota.

"Dari RSUD barulah naik ke RSJ atau masyarakat bisa langsung ke RSJ," ucapnya.

Meskipun mengaku kewalahan, dr Bagus mengatakan tidak akan melakukan penambahan tenaga medis.

"Kami mengoptimalkan tenaga yang sudah ada. Kalau sebelumnya pasien yang datang itu biasanya sudah dapat terlayani maksimal hingga pukul 12.00 Wita, sekarang waktunya juga menjadi bertambah," katanya.

Ia menambahkan, pasien gangguan kejiwaan yang berobat ke RSJ itu datang dari berbagai kabupaten/kota di Bali.

Walaupun dihadapkan dengan peningkatan kunjungan pasien, ia berpandangan dengan sistem layanan yang baru ini pihaknya cukup terbantu dari sisi kemudahan melakukan tabulasi kondisi pasien.

"Di sisi lain, kami berharap teman-teman kabupaten/kota untuk sama-sama peduli pada pasien gangguan jiwa," ujarnya.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 11, 2015

Jakarta, 11 Januari  - Tim Penyelam TNI AL yang berada di KN. Jadayat telah berhasil menemukan peralatan yang sangat penting yaitu Black Box AirAsia QZ8501 pada posisi 03.37.21 S/109.42.42 E dengan kedalaman sekitar 30 sampai 32 meter. [BACA: Menko Maritim Puji BPPT Temukan Black Box AirAsia].

"Black Box berada pada himpitan serpihan badan pesawat, keadaan ini sangat menyulitkan tim penyelam dalam proses pengambilanya," kata A Tonny Budiono, Koordinator Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dalam keterangannya, Minggu (11/1/2015), seperti dilansir laman Tribun News.

Menurut Tonny ini dikarenakan keterbatasan waktu maka diputuskan bahwa proses pengambilan Black Box akan dilaksanakan esok pagi hari dengan mengeser berlahan-lahan serpihan badan pesawat tersebut.

Namun, lanjut Tonny, apabila rencana pengeseran ini mengalami kegagalan maka tim akan melaksanakan dengan cara mengangkat serpihan badan pesawat tersebut dengan menggunakan teknik balon seperti yang dilakukan pada ekor pesawat. [BACA JUGA: Ekor Pesawat Tiba di Kumai].

"Untuk memudahkan pekerjaan selanjutnya (esok pagi hari) maka tim penyelam TNI AL telah memasang Marker Buoy kecil yang sebelumnya telah disiapkan di KN. Jadayat," ujarnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 11, 2015

Jakarta, 11 Januari  - Pemerintah Indonesia mengaku prihatin dengan aksi terorisme di Nigeria  dan mengutuk keras dua serangan bom bunuh diri di negara tersebut pada Sabtu (10/1/2015). 

Bom pertama meledak di sebuah pasar di kota Maiduguri, Provinsi Borno.

Serangan itu mengakibatlkan 19 korban orang dan belasan korban luka lainnya. Sementara serangan kedua yakni bom di depan kantor polisi kota Potiskum yang menewaskan dua orang, satu diantaranya polisi.

"Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendukung upaya-upaya pemerintah Nigeria dalam menumpas gerakan teroris di negara tersebut," kata Menlu Retno L.P Marsudi dalam keterangannya, Minggu (11/1/2015).

Menurut Retno, seperti dirilis laman Tribun News, KBRI Abuja telah mengkonfirmasi tidak ada korban warga negara Indonesia pada aksi terorisme tersebut.

Namun, Retno mengimbau agar Warga Indonesia di Nigeria maupun yang hendak melakukan perjalanan ke Nigeria diminta untuk terus waspada, menghindari tempat-tempat keramaian yang dapat menjadi sasaran serangan serupa dan menghubungi KBRI Abuja apabila membutuhkan bantuan.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 10, 2015

Jakarta, 10 Januari  - Sekitar 240 jamaah umrah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk 50 asal Sulsel, hingga Jumat (9/1/2014) hanya pasrah.

Mereka masih di hotel penampungan di Madinah Al Munawarah, dan kembali dijanji pulang ke Tanah Air, Senin (12/1/2014) mendatang.

Jamaah umrah dari Minasa Upa, Makassar, M Jusran, Jumat (9/1/2015) petang, seperti ditulis laman Tribun News, mengabarkan kalau pihak travel PT Adam Malik Wisata Mulia bekerja sama PT Al Aqsha Jisru Dakwah, tetap menjamin makan dan akomodasi mereka.

"Ini janji yang keenam kalinya. Katanya ada pemberangkatan sebentar malam (malam ini). Tapi sejak awal begitu janji mereka dan sampai hari ini hanya sekadar janji saja belum ada realisasinya. Katanya jamaah diberangkatkan bertahap dan akan selesai sampai Senin depan," katanya melalui pesan BlackBerry Massenger (BBM) dari Madinah.

Seperti sekitar 250 jamaah lainnya, yang terbang dengan maskapai United Airlines, Jusran mengaku sudah rindu bertemu tiga anaknya yang masih kecil di rumahnya dibilangan Jl Minasaupa, Makassar. Saat ini, ketiga buah hati mereka dijaga dan dirawat keluarga.

Awalnya, jamaah yang berangkat ke Arab Saudi via Madinah 26 Desember lalu tersebut seyogyanya sudah pulang ke Tanah Air pada 3 Januari 2015. Mereka diberangkatkan biro perjalanan umrah dan haji PT Adam Malik Wisata Mulia bekerja sama PT Al Aqsha Jisru Dakwah.

Sebelumnya sudah ada sembilan jamaah umrah yang berangkat dari Jeddah ke Medinah mendahului jamaah lainnya karena mereka dijanjikan terbang ke Malaysia pada 6 Januari lalu.

Alih-alih pulang ke Tanah Air, sembilan jamaah tersebut harus menelan kekecewaan dan urung berangkat. "Katanya ada penerbangan pada 6 Januari malam ke Malaysia untuk selanjutnya ke Jakarta. Tapi ternyata tidak ada. Jadi dia hanya sampai di Madinah cari hotel sendiri dan bayar sendiri hotel-nya. Hotel dan makannya pun masih ditanggung sendiri," jelasnya.

Bahkan, Rabu malam lalu, sudah ada 44 jamaah umrah dari total 250 jamaah tersebut yang dijanjikan pulang ke Tanah Air untuk gelombang pertama ke Tanah Air melalui Madinah. Jamaah tersebut sudah berada di Bandara Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Tapi karena lagi-lagi tidak mengantongi tiket mereka urung berangkat. Bahkan, petugas keamanan setempat sempat mengira mereka rombongan ilegal. Petugas setempat kemudian mengantarkan mereka kembali bergabung dengan jamaah lain di penginapan.(Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 10, 2015

Jakarta, 10 Januari  - Kunjungan dadakan atau istilahnya blusukan yang kerap dilakukan Presiden Jokowi tampaknya menular juga kepada para menteri-menterinya.

Hal itu pun harus dilakukan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

Marwan Jafar juga melakukan kunjungan dadakan atau yang kerap disebut dengan blusukan ke Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan, Tangerang, Banten, Jumat (9/1/2015).

Dalam kunjungan dadakan di desa terbaik di Banten tersebut, Menteri Marwan meninjau berbagai pembangunan yang telah dilakukan, salah satunya ke rumah warga yang mendapat bantuan.

Kepada penduduk, Marwan seperti dilansir laman Tribun News, menanyakan manfaat bantuan yang masuk dalam program Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS). Menteri Marwan juga ingin belajar dari desa Pagedangan.

"Saya ingin melihat dan belajar kepada Kades dan Camat. Katanya di sini ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Karena saya memang ingin desa-desa punya BUMDES. Ini yang akan memajukan desa," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan berkesempatan mengunjungi sentra kuliner yang dikelola BUMDES. Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mencicipi ayam bakar dan sayur asem khas Pondok Lesehan Ayam Kampung Kita.

Selanjutnya, Menteri Marwan menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Sebuah sistem pembuangan tempat sampah yang bisa menampung 500 sampai 1000 sampah kepala rumah tangga.

"Ini dipisah, antara organik dan non organik. sampah yang dibakar dan dikumpulkan tidak menimbulkan bau. ‎Kalau alatnya diperbesar, ini bisa menampung sampah lebih banyak," ujar pengelola TPST kepada Menteri Marwan.

Melihat kemajuan Desa Pegdangan, Menteri Marwan cukup kagum. Apalagi, menurut Marwan, Pagedangan jadi desa satu-satunya yang memiliki BUMDES di Kabupaten Tangerang.

"Saya berharap, Kades melihat potensi apalagi yang akan dikembangkan. Pelayanan sudah on-line. Saya optimis, desa yang lain akan meniru desa Pagedangan. Nanti saya bisa cerita kepada tempat lain tentang kemajuan Desa Pegedangan," tutup Marwan.

Sebelum mengawali blusukannya, Menteri Marwan melakukan Sholat Jumat di Masjid Al Ghofur bersama warga, alim ulama dan tokoh nasyarakat setempat.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 10, 2015

Jakarta, 10 Januari - Pemerintah, melalui sejumlah kementerian, mencanangkan Gerakan Budaya Minum Jamu. Hal itu dilakukan untuk mendorong agar produk jamu di Tanah Air diminati, baik oleh pasar lokal maupun internasional.

“Kami (pemerintah) akan mendorong UKM jamu naik kelas, jangan jamu gendong terus. Dulu Martha Tilaar dari berusaha jamu gendong sekarang menjadi perusahaan raksasa,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga, seusai meresmikan Gerakan Budaya Minum Jamu di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Hadir pada acara tersebut,seperti dilansir laman Koran Jakarta,  antara lain, Menteri Perdagangan Rachmad Gobel, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Baldan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kesehatan Nila Muluk, pendiri PT Mustika Ratu, Moeryati Sudibyo, dan Ketua Yayasan Puteri Indonesia, Putri K Wardani.

Puspayoga mengatakan bahwa pihaknya akan terus menyosialisasikan kampanye minum jamu di semua kantor pemerintahan dan kementerian yang ia pimpin. “Ini warisan budaya, bangsa Indonesia harus mencintai dan melestariakan jamu,” katanya.

Menurut dia, jamu adalah produk unggulan Indonesia yang harus terus dipromosikan, baik di dalam maupun di luar negeri. Terlebih, jamu merupakan produk herbal yang punya nilai budaya tinggi dan telah berusia lebih dari 1.200 tahun.

“Sebelum terus didengungkan di luar negeri, maka dipromosikan di sini (dalam negeri) dulu. Jamu juga jadi bagian produk halal yang akan kita promosikan,” katanya.

Menteri Pariwisata, Arif Yahya, menyambut positif pencanangan tersebut. Pasalnya, Indonesia adalah negara terbesar kedua di dunia setelah Brasil yang memiliki sekitar 30.000 varietas tanaman berkhasiat. Indonesia bahkan diklaim sebagai negara nomor satu yang memiliki varietas terbanyak tanaman laut berkhasiat. “Potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum masuk dalam perdagangan herbal dunia,” kata dia.

Dukungan pemerintah seperti pencanangan minum jamu akan sangat membantu produk herbal asli Indonesia itu untuk bisa masuk pasar internasional. “Kita harap Indonesia ke depan bisa jadi pemain jamu dan industri herbal kelas dunia,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah, melalui Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, juga menandai pencanangan kampanye minum jamu di Kementerian Perdagangan. Menurut putri presiden kelima RI itu, gerakan sehat minum jamu akan dimulai di seluruh kantor pemerintah.

“Ini penting sebagai salah supaya kita tetap menghargai produk dalam negeri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” kata Puan.

UKM Jamu Naik Kelas

Pada kesempatan itu, Puspayoga juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong UKM jamu naik kelas. Hal itu akan dilakukan melalui berbagai upaya, salah satunya mempermudah pemberian Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) kepada para pelaku usaha mikro herbal tersebut.

Puspayoga mengatakan potensi herbal sebagai bahan jamu di Tanah Air mencapai triliunan rupiah. Realitas itu didukung potensi kekayaan bahan baku herbal yang melimpah dan potensi iklim yang mendukung bahan baku jamu sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan produksi jamu di Indonesia.

Ia mengatakan saat ini terdapat 1.247 industri jamu, 129 unit berupa industri obat tradisional (IOT) dan selebihnya termasuk golongan Usaha menengah Obat Tradisional (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Puspayoga menambahkan keberadaan industri jamu mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 15 juta orang. Sebanyak 3 juta di antaranya terserap di industri jamu tradisional, sedangkan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang berkembang ke arah makanan, minuman, food supplement, spa aroma terapi, dan kosmetik.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya, Putri K Wardani, dalam kesempatan yang sama, menyayangkan banyaknya jamu berbahan kimia yang beredar. Padahal, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang begitu besar karena merupakan negara terbesar kedua di dunia setelah Brasil yang memiliki varietas tanaman berkhasiat. Itu pun belum termasuk varietas tanaman laut. (Kj/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 09, 2015

Jakarta, 9 Januari  - Penyalahgunaan narkotik di kalangan pelajar dan mahasiswa kian memprihatinkan. Apalagi tercatat bahwa dari seluruh daerah, DKI Jakarta masih menduduki peringkat pertama dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI, Ali Johardi seperti dilansir laman Tribun News, mengungkapkan dalam setahun terakhir ini angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan mulai tingkat SLTP, SMU hingga perguruan tinggi sebesar 4,7 persen.

"Terindikasi bahwa jumlah tersangka kejahatan pada usia pelajar dan mahasiswa usia 12 hingga 24 tahun sebanyak 40.690 orang, dan 21,5 persennya tersangka narkoba," kata Brigjen Ali Johardi kepada wartawan, Kamis (8/1/2015).

Guna menyadarkan para pelajar dari bahaya narkotika, BNN Provinsi DKI menggelar Pemberdayaan Karya Seni Sekolah Bersih Narkoba (PKSSBN) 2014. Acara yang mengangkat tema "Raih Prestasi setinggi-tingginya tanpa NARKOBA” yang diikuti 36 sekolah menengah atas di Jakarta.

"Kegiatan Pemberdayaan Karya Seni Sekolah Bersih Narkoba merupakan upaya memberdayakan lingkungan sekolah untuk menciptakan sekolah bebas narkoba," kata Ali.

Berdasarkan hasil penilaian, terang dia, SMA Negeri 68 Jakarta dinobatkan sebagai juara I Sekolah Bersih Narkoba 2014. Sedangkan juara kedua diraih SMA Negeri 99 Jakarta dan juara ketiga ditempati SMA Negeri 34 Jakarta.

Sementara itu, SMA Negeri 2 Jakarta meraih juara harapan I, disusul SMA Negeri 13 Jakarta dan SMA Perguruan Rakyat 2 sebagai juara harapan dua dan tiga.

Sedangkan, juara favorit satu hingga tiga diraih SMA Negeri 14 Jakarta, SMK Negeri 33 Jakarta, dan SMA Negeri 13 Jakarta.

Menurut Ali, bentuk kegiatan dalam Pemberdayaan Karya Seni Sekolah Bersih Narkoba itu meliputi, kreativitas karya seni dan budaya sekolah, kreativitas branding antinarkoba di lingkungan sekolah, kreativitas yel-yel antinarkoba, kreativitas puisi antinarkoba, kreativitas karya tulis antinarkoba, dan peer group speaking antinarkoba.(Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 09, 2015

Jakarta, 9 januari - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri dan juga pimpinan lembaga di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/1/2015). Agenda tunggal rapat kali ini adalah persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika pada bulan April mendatang. 

Di dalam pembukaan rapat, Jokowi meminta agar semua pihak bisa melaksanakan KAA yang sudah ke-60 kalinya itu dengan lancar.

"Kita tahu ini adalah sebuah momentum yang sangat baik bagi negara kita untuk kembali mengingatkan kepada dunia bahwa kita mempunyai peran yang sangat besar pada saat itu dan kita ingin memori dan ingatan itu kita ingin angkat kembali," kata Jokowi.

Hadir dalam rapat tersebut, yakni Menteri Luar Negeri Rento LP Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno serta Kapolri Jenderal Sutarman.

Jokowi menyoroti persiapan mulai dari akomodasi, logistik, pengamanan, hingga protokol. Semuanya harus disiapkan sebaik mungkin.

"Praktis waktunya tinggal 3 bulan lagi," kata dia.

109 Kepala Negara Diundang Hadiri Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung

Pemerintah Indonesia tengah disibukkan dengan persiapan Konferensi Asia Afrika yang akan digelar di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April 2015. Sebanyak 109 kepala negara diundang dalam konferensi yang sudah dilakukan ke-60 kalinya itu.

"Undangan akan kami sebarkan ke 109 kepala negara dan 25 organisasi internasional," ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/1/2015). 

Pada tahun ini, Retno seperti dilansir laman Kompas.com, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia mengangkat tema soal penguatan hingga kerja sama negara-negara di selatan. Kerja sama itu dilakukan untuk mempromosikan perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Dia menjelaskan, pelaksanaan rangkaian acara Konferensi Asia Afrika dilakukan 19-23 April di Jakarta dan pada 24 April dilakukan di Bandung. Acara akan diisi pertemuan senior official meeting (SOM), pertemuan tingkat menteri, dan akan diakhiri pada pertemuan tingkat kepala negara atau kepala pemerintahan. 

Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika diprakarsai oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India, dan Pakistan. Konferensi pertama kali diadakan pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia.

Jadikan Hari Libur

Sementara itu, acara puncak peringatan KTT Asia Afrika akan digelar di Bandung pada 24 April mendatang. Rencananya, Pemkot Bandung akan menjadikan hari puncak peringatan yang jatuh pada hari Jumat tersebut sebagai hari libur. 

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil seperti dilansir laman republika Online, mengatakan, hal itu dilakukan untuk memperlancar mobilisasi para kepala negara dan pejabat pemerintahan lain yang akan datang dari Jakarta ke Bandung. 

"Saya sebagai tuan rumah juga sedang gelisah karena acaranya besar. Ada wacana kita bikin libur, Kota Bandung diliburkan di hari Jumat," ujar Ridwan Kamil usai rapat terbatas persiapan KTT Asia Afrika di Kantor Presiden, Jumat (9/1/2015). 

Peringatan 60 tahun KTT Asia Afrika dan 10 tahun New Asian African Strategic Partnership akan digelar di Jakarta dan Bandung pada April mendatang. Sebanyak 109 kepala negara bakal hadir dalam forum internasional tersebut.(Kc/Rol/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 09, 2015

Jakarta, 9 Januari - Berhati-hatilah memilih travel perjalanan umrah dan haji. Sekitar 245 jamaah umrah dari sejumlah daerah di Indonesia, hingga  Kamis (8/1/2014) malam waktu Indonesia, atau siang waktu Saudi Arabia, masih ditampung di Madinah.

Sedikitnya 50 orang diantaranya adalah jamaah asal Sulsel. "Belum ada kejelasan tiket pulangnya. Kemarin dijanjikan lagi sebentar malam berangkat tapi belum tahu bagaimana nasibnya," kata M Jusran, jamaah umrah asal Makassar, melalui pesan BlackBerry Massenger Pihak biro jasa travel mereka adalah Jakarta, PT Al Aqsha Jisru Dakwah (Jakarta) dan konsorsiumnya,PT Adam Malik Wisata Mulia (Padang).

Jusman adalah satu jamaah, seperti dilansir laman Tribun News, menyebutkan mereka kini sudah lima hari diinampkan di sebuah gedung yang otoritas imigrasi di sekitar 4 km dari Kota Medinah. "Kita dikira seperti TKI ilegal yang telantar," kata Jusman, warga Perumnas Minasa Upa, Makassar, melalui pesan BBM dari Medinah, petang kemarin.

Kepada Tribun, tadi malam, Doddi, salah seorang pengelola biro travel umrah ini, membantah menelantarkan jamaahnya. "Iya, memang masih ada di Madinah, tapi kami tetap urus kok," kata Doddy, melalui sambungan telepon kantornya yang beralamat   di Jl Otista NO 36 A2 Cimanggis, Ciputat, Tangerang, Banten, tadi malam.

Doddy menjelaskan, bahwa biro travel dengan izin No. D/156/2008,  tetap akan mengurus kepulangan mereka. "Bos Saya, Pak Didi, kini sedang di Kuala Lumpur, untuk mengurus izin kepulangan jamaah Makassar," katanya.

Jusman, menceritakan, dari sekitar 250 orang itu jumlah tersebut sekitar 50-an di antaranya berasal dari sejumlah kabupaten/ kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) seperti Makassar, Sidrap, Palopo, dan lainnya.

Sesuai perjanjian paket umrah, seyogyanya jamaah tersebut sudah pulang ke Tanah Air sejak 3 Januari lalu. Mereka diberangkatkan dari Makassar, sejak 22 Desember 2014. "Kami bertahun baru di Mekkah," ujarnya.

Hingga malam tadi, jamaah masih berada di Medinah. Kondisi jamaah dilaporkan sudah banyak yang sakit karena dalam rombongan cukup banyak orang tua lanjut usia.

Kondisi ini diperparah udara Medinah yang sangat dingin. "Ditambah lagi mungkin kecapaian karena jamaah pindah-pindah hotel dan kota," ujar warga Minasaupa ini.

Sekitar 44 orang di antara jamaah yang dijanjikan pulang ke Tanah Air untuk rombongan tahap pertama justru harus menelan pil lebih pahit.

Mereka yang sudah berada di bandara Medinah ditahan pihak imigrasi dan ditampung di penampungan setempat karena masih belum memiliki tiket kepulangan ke Indonesia.

Berbeda dari pemberangkatan yang mencarter pesawat milik Bangladesh ke Saudi. pihak Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi sudah mendatangi jamaah.

Jamaah umrah tersebut sebelumnya bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 24 Desember lalu. Sedangkan, jamaah dari Makassar sudah bertolak ke Jakarta 22 Desember. Awalnya, kata Jusran, jamaah dijanjikan berangkat dari Jakarta ke Saudi dengan Garuda, 22 Desember.

Sesuai perjanjian jadwal pemberangkatkan pada 24 Desember subuh langsung ke Saudi. Kemudian dari pihak travel menyampaikan kalo pesawatnya delay (terlambat). "Jadi kami nginap di Jakarta dua malam. Kemudian diterbangkan ke Malaysia 24 Desember. Di Malaysia pun kami diinapkan lagi dua malam menunggu keberangkatan. Akhirnya kami terbang ke Medinah pesawat United Airlines milik Bangladesh," ujarnya. Penerbangan ini sudah menimbulkan kekecewaan.

Tapi pemulangan yang dijanjikan mundur lagi pada 4 Januari 2015. Jamaah pun mulai curiga. Beberapa di antaranya marah termasuk kepada pemilik travel PT Adam Malik Wisata Mulia, H Adam Malik, yang ikut mendampingi jamaah.

 Tapi kata Jusran, Adam Malik, juga tidak bisa berbuat apa-apa karena yang mengurus tiket dari PT Al Aqsha Jisru Dakwah, mitra bisnisnya, Didi. Untuk menenangkan jamaah, pendamping umrah dari travel kembali menyampaikan pemulangan mundur pada 6 Januari 2015 dengan alasan pesawat kembali terlambat.

"Tanggal 5 Januari kami dapat kabar lagi kalau kepulangan ditunda lagi jadi tanggal 7 Januari," jelasnya. Akhirnya jamaah dikembalikan lagi dari Jeddah ke Medinah.

Sudah Bayar Rp 24 Juta, Tapi Kok Telantar

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Tak hanya harus mengatasi rasa was-was di Arab Saudi dan menahan rindu dengan keluarga di Tanah Air, jamaah umrah tersebut juga kerap mendapat pelayanan dan fasilitas yang tidak memuaskan dan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Misalnya saja saat pemberangkatan ke Saudi. "Masya Allah ternyata pesawat itu pesawat tua yang kurang terawat. Kursi-kursinya sudah banyak yang rusak, lampu-lampunya sudah kuning, emergency light banyak yang tidak menyala," ujarnya.

Masalah juga soal penginapan maupun makanan. Saat di Mekah, hotel penginapan jauh dari Masjidil Haram. Berbeda dari yang dijanjikan dekat dengan Masjidil Haram.

"Terus makanan sering lambat dan tidak cukup untuk seluruh jamaah. Ibadah jadi tidak khusyuk pikiran kacau gara-gara travel," ujar Jusran.

Untungnya saja saat keterlambatan pemulangan ini akomodasi masih ditanggung pihak travel. Jamaah kecuali yang sembilan orang yang duluan ke Medinah begitupun 44 orang jamaah lainnya yang sedianya dijanjikan pulang ke Tanah Air masih mendapatkan penginapan baik.

Jusran berangkat bersama 12 anggota keluarga termasuk istri, kakak, ipar, bersama sejumlah ponakannya. Beberapa keluarga baru bergabung di Jakarta. Mereka masing-masing merogoh kocek senilai Rp 24 juta untuk membayar paket umrah.

Berbeda dengan jamaah lainnya, Jusran melalui ipar langsung membayar biaya travel melalui Adam, pemilik PT Adam Malik.

Dari foto hand bag yang dikirimkan istri Jusran dari Medinah, travel tersebut berkantor pusat di Jl Alternatif Cibubur Komp Puri Sriwedari Blok M8 Cibubur, Jawa Barat.
    
Dengan kantor perwakilan beralamat di Jl Jenderal Sudirman No 91, Pangkajene, Sidrap. Jamaah yang mayoritas dari Sidrap dan Palopo rata-rata mendaftar melalui perwakilan ini.

Asosiasi Travel Haji: Itu Imbas Gunakan Travel 'Abal-Abal'

Sementara itu, KETUA Kesatuan Tour and Travel Haji Republik Indonesia (Kesthuri) Sulsel, Usmad Jasad menanggapi telantarnya ratusan jamaah di Arab Saudi? sebagai imbas dari travel "abal-abal".

Menurut dia Kesthuri telah beberapa kali mengedukasi jamaah untuk tidak mudah percaya pada paket-paket murah yang ditawarkan dan tidak disertai kompensasi.

"Bisa jadi ini salah satu dampak dari paket murah. Jamaah memang harus selektif pilih travel, jangan sampai murah tapi tidak kembali ke tanah air,"kata Usman saat dimintai komentarnya, Kamis (8/1/2014).

Usman belum merinci lebih jauh apakaah travel ?PT. Adam Malik Wisata Mulia yang menjalin konsorsium dengan PT. Al Aqsha Jisru Dakwah adalah anggota Kesthuri.

"Kami juga belum tahu staatus travel ini, namun ini harus menjadi perhatian serius?,"ujarnya.

Untuk diketahui ada 240 jamaah dari Indonesia dan sekitar 50-an diantaranya dari Sulsel yang tidak bisa kembali ke tanah air akibat tidak memiliki tiket pulang.

Penyelenggara yang membawa jamaah ini sampai berita diturunkan belum memberikan kejelasan kepad para jamaah. (Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 09, 2015

Jakarta, 9 Januari  - Memasuki 2015, Pemerintah belum memastikan apakah program beras keluarga miskin (Raskin) dilanjutkan atau tidak.

"Sampai saat ini belum ada informasi apakah program raskin 2015 masih dilanjutkan atau tidak," ujar Kepala Sub Divre Pekalongan, Iwan Nurwansyah, Kamis (8/1/2015), seperti yang dirilis laman Tribun News.

Jika pemerintah tetap melanjutkan program raskin, pihaknya masih menyimpan beras untuk kebutuhan raskin selama tujuh bulan ke depan.

'Bila Pemerintah melanjutkan raskin kami siap melanjutkan. Sebab stok raskin masih bisa memenuhi se eks Karisidenan Pekalongan hingga bulan Juli mendatang,'' ungkapnya.

Dia tak menampik program raskin bisa saja tidak dilanjutkan pemerintah, sehingga pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah lanjutan yang akan diambil.

"Jika program raskin benar-benar tidak dilaksanakan, kami akan melakukan bisnis komoditas beras," sambung Iwan.

Bisnis komoditas beras akan dilakukan dengan menyerap beras petani kualitas medium atau premium secara selektif. Karena Bulog kan tidak lagi mendapatkan subsidi.

Selama program raskin dilaksanakan, lanjut dia, Bulog memang menerapkan standar kualitas tertentu terhadap beras yang dibeli dari petani.

"Sebelum membeli beras petani, kami selalu mempertimbangan kadar sosoh dan kadar air pada standar tertentu pada beras," ungkapnya. (Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 09, 2015

Jakarta, 9 Januari  - Hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates menunjukkan bahwa ribuan burung puyuh dan jenis unggas lainnya di Lendah yang mati mendadak beberapa waktu lalu positif terkena virus flu burung atau avian influenza.

Kepastian itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kulonprogo, Endang Purwaningrum, Kamis (8/1/2015). Menurutnya, laporan dari BBVet baru saja disampaikan, seperti dilansir laman Tribun News, berdasarkan uji terhadap sampel burung puyuh mati yang dikirimkan ke laboratorium pada Selasa (6/1/2015) lalu.

"Petugas PDRS (Participatory Disease Surveillance Response) Drh Ambar Widuri telah memperoleh laporannya, hasilnya positif," kata Endang.

Kematian ribuan unggas tersebut terjadi di Lendah, tepatnya di peternakan milik Ponijo (75), warga Dusun Sedan, Desa Sidorejo, Senin (5/1/2015). Setidaknya 3.500 burung puyuh di peternakannya mati mendadak, setelah sebelumnya diawali dengan kematian enthog dan ayam miliknya.  

Petugas datang ke lokasi peternakan untuk mengidentifikasi. Saat itu rapid test di lokasi menunjukkan hasil negatif. Namun, rapid test itu diperkirakan belum sempurna, sehingga petugas mengirimkan sampel bangkai burung puyuh ke BBVet untuk memastikannya.

Pasalnya, petunjuk di lapangan menyebutkan bahwa unggas tersebut mati dengan ciri-ciri sebagaimana serangan flu burung. Setelah penelitian di BBVet, kemarin Dinas Peternakan menyatakan sesuai hasil laboratorium bahwa unggas mati akibat positif virus flu burung. (Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 09, 2015

Jakarta, 9 Januari  - Ijasah asli tapi palsu (Aspal), pendidikan jarak jauh dan melebihkn kuota mahasiswa jadi masalah perguruan tinggi di Indonesia.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI seperti dilansir laman Tribun News, memastikan akan melakukan penindakan bagi perguruan tinggi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran ini.

"Baik perguruan tinggi negeri maupun swasta akan diberikan sanksi yang sama jika melanggar. Ini kami lakukan untuk melindungi masyarakat," kata Menristek Dikti, M Nasir saat hadir dalam  forum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)  "Higher Education Stakeholder Dialogue di Jakarta, Kamis (8/1/2015)

Dikatakannya, perguruan tinggi yang  bermasalah, Kemenristek dan Dikti juga akan melakukan  pembinaan khusus baik PTS maupun  PTN tujuannya perbaikan.

Kemenristek dan Dikti juga memberikan perhatian terhadap kualitas dosennya. Pemerintah mendorong, para Dosen untuk melanjutkan studinya.

"Jumlah dosen yang studi lanjut juga jadi perhatian. Jadi jika ada  dosen berkualitas bagus, segera  daftarkan untuk memperoleh beasiswa kita biayai  penuh," katanya.

Penggabungan Ristek dan Dikti Menumbuhkan Riset Perguruan Tinggi

Sementara itu penggabungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dinilai  Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Edy Suandi Hamid  memberikan angin segar untuk pengembangan riset di perguruan tinggi.

Pasalnya, dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia bahkan negara Nepal, anggaran riset jauh lebih kecil.

"Terintegrasinya  Menristek dan Dikti akan membuat riset menjadi perhatian dan fokus. Perbedaan yang ada di pendidikan  tinggi dan  sekolah adalah riset," kata Edi saat forum APTISI  "Higher Education Stakeholder Dialogue di Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Seiring meningkatnya anggaran dan pengelolaan anggaran riset yang terkelola dengan baik, maka akan bisa berkotribusi positif bagi bangsa.

"Makin besar dana untuk riset memungkinkan untuk untuk mengembangkan berbagai riset yang akan menjadi  pemecahan masalah riil yang dihadapi bangsa ini," katanya.

Ia berharap adanya pengurangan subsidi, penghematan pemerintah, sebagian dananya bisa dikucurkan untuk pembiayaan  riset yang dilakukan perguruan tinggi. Saat ini berkisar antara  0,02 persen dari GDP.

Menteri  Riset Teknologi dan Dikti, M Nasir berkomitmen untuk mengucurkan dana riset yang bermanfaat langsung kepada masyarakat. Ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, riset difokuskan untuk menemukan teknologi yang lebih hemat, ramah lingkungan.

"Kita juga akan melakukan lebih banyak riset teknologi pangan untuk mencapai berbagai swasembada yang telah ditargetkan pemerintah," kata Nasir.

Berbagai langkah riset yang dilakukan ini, sebut mantan Rektor Universitas Diponegoro ini, berbasis inovasi based of market.

"Artinya  riset yang dilakukan berbasis pada pasar. Jadi yang diriset hanya apa yang dibutuhkan masyarakat sehingga tidak sia-sia,"  katanya.

Ia menyebut jika risetnya terlalu maju justru masyarakat dalam negeri tidak siap menggunakan dan kurang bermanfaat bagi masyarakat.

Hilangkan Dikotomi PTN dan PTS

Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti, M Nasir akan menghapuskan dikotomi antara perguruan tinggi negeri dan swasta.

Menurutnya, perguruan tinggi negeri (PTN) ataupun PTS hanyalah  masalah pengelolaan.

"Kemenristek dan Dikti juga akan melakukan analisis SWOT baik PTN dan PTS serta    berkomunikasi yang bertujuan membangun kualitas pendidikan," kata saat hadir dalam  forum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)  "Higher Education Stakeholder Dialogue di Jakarta, Kamis (8/1/2015)

Seiring penghilangan dikotomi, maka Kopertis akan dihapuskan serta akan  diganti lembaga layanan perguruan tinggi.

"Tidak akan membedakan dalam pelayanan.
Artinya bagi kita  cara pandang sama. PTN juga akan  dimandirikan supaya bisa  berkompetisi dengan baik," katanya.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro ini menargetkan tahun 2016 mendatang sudah tidak ada lagi dikotomi PTS dan PTN.

"Direalisasikan mungkin 2015 atau 2016 karena berdampak ke kementerian yang lainnya," katanya.

Nasir meyakini tidak adanya dikotomi antara negeri dan swasta akan mampu menghasilkan sarjana yang kualitas yg baik dibandingkan negara tetangga.

"Setidaknya langkah ini menjadi salah satu cara  menghadapi persaingan yg cepat hadapi MEA," katanya. (Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 08, 2015

Jakarta, 8 Januari  - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sugihartatmo, memberikan sambutan pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436H., Kamis (8/1/2015) yang diselenggarakan di Masjid Nurus Salam, Kemenko PMK, Jakarta. Dalam Sambutan tersebut Sesmenko PMK mengajak umat Islam dan khususnya jajaran pegawai Kemenko PMK untuk selalu mensyukuri apa yang ada ini, diantaranya fasilitas yang memadai sehingga dalam bekerja menjadi nyaman termasuk dalam beribadah, baik beribadah formal maupun beribadah sosial.

Sedangkan penceramah pada peringatan Mauilid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh al ustadz Drs. Cecep Chairul Anwar, M. Ag.(fik/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 08, 2015

Jakarta, 8 Januari  - Tim dari Kementerian Agama pekan depan terbang ke Jeddah guna menemui Menteri Urusan Haji Arab Saudi. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil mengatakan Kementerian Agama akan melobi Arab Saudi untuk mengembalikan kuota haji sebanyak 211 ribu setiap tahunnya. Hal itu dilakukan untuk mempertipis daftar tunggu calon jamaah haji mulai tahun ini.

"Kami akan meminta kerajaan Arab Saudi untuk kembali menambah kuota," kata Abdul Djamil, Kamis, 8 Januari 2015.

Menurut Abdul Djamil, seperti dilansir laman Tempo.Co., tahun lalu Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 64 Tahun 2014 tentang Penetapan Kuota Haji 1435H/2014M menyebutkan jumlah haji Indonesia sebanyak 168.800 orang. Kuota itu untuk haji reguler sebanyak 155.200 orang dan kuota haji khusus 13.600 orang.

Ditemui seusai menghadiri rapat evaluasi penyelenggaraan haji 2014 Sumatera Selatan di Palembang, Abdul Djamil menambahkan keberangkatan ke Jeddah akan dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada 14 Januari ini. Pertemuan itu akan diteruskan dengan penandatanganan kesepahaman bersama antara Indonesia dan Arab Saudi tentang jumlah jemaah haji yang dapat diberangkatkan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan Hambali mengatakan sudah semestinya Arab Saudi mengembalikan kuota haji Indonesia seperti sediakala. Pasalnya pengurangan tersebut akan berdampak semakin tingginya daftar tunggu jamaah haji asal Sumsel. "Kami di daerah akan sangat mendukung pak menteri yang akan meminta tambahan kuota," kata Hambali.(Tc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 08, 2015

Jakarta, 8 januari  - Kasus rabies di Kabupaten Melawi sudah semakin merajalela. Dari data yang disampaikan dinas kesehatan, sampai saat ini sudah ada 46 warga yang menjadi korban gigitan anjing gila, enam di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Data yang kami terima ada 42 orang, namun kabarnya ada empat warga lagi yang menjadi korban namun belum kita terima laporannya. Korban tersebut tersebar di empat kecamatan, Tanah Pinoh, Sokan, Sayan, Tanah Pinoh Barat," kata Kepala Dinas Kesehatan Melawi,Provinsi Kalbar,  Simson, Kamis (8/1/2015).

Simson seperti dilansir laman Tribun news, mengungkapkan, sejumlah warga yang telah menjadi korban tersebut saat ini sudah dilakukan imunisasi. Sedangkan dari Dinas Pertanian dan Peternakan nantinya juga akan melakukan vaksin terhadap anjing milik warga.

"Kalau kita fokus penanganannya pada manusia, sedangkan kawan di Dinas Pertanian dan Peternakan adalah dari hewannya, kita sendiri sudah bergerak cepat," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Melawi belum yakin dengan adanya kasus rabies di Kabupaten Melawi. Mereka menganggap sejumlah warga yang meninggal pascagigitan anjing dianggap kebetulan.

"Sebenarnya bukan karena kita tidak yakin, namun karena belum ada penelitian secara ilmiah yang membuktikan itu adalah positif rabies, yang menyatakan itu kan dari Dinas Pertanian dan Peternakan, namun demikian dalam penanganannya kita tidak melihat apakah mereka positif atau tidak," katanya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 08, 2015

Jakarta, 8 Januari  - Anggapan bahwa upacara agama Hindu di Bali mempengaruhi kemiskinan, mendapat respons serius dari Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menggelar dialog terbuka di Museum Rakyat Bali atau lebih dikenal dengan Museum Bajrasandi. Acara ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh adat dan instansi pemerintahan.

"Tidak ada miskin karena upacara agama. Sudah ada solusi, contohnya ngaben (upacara pembakaran jenazah) sudah ada sistem yang sederhana, bisa ngaben massal, ngaben paketan dan lainnya. Upacara agama bisa dilakukan sederhana dengan tidak meninggalkan makna dan prosesi upacara tersebut," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, saat memberikan paparan acara dialog, Denpasar, Bali, Kamis (8/1/2015).

Anggapan masyarakat terkait upacara agama yang mempengaruhi kemiskinan di Bali, juga merujuk kepada data akhir tahun BPS Bali yang menyatakan, upacara keagamaan di Bali menjadi urutan kedua penyumbang inflasi.

Apalagi, Badan Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Bali seperti dilansir laman Kompas.com, juga sempat mengungkap data yang sama. Dialog berjalan komunikatif, karena yang hadir adalah mereka yang memiliki pemahanan sama mengenai upacara keagamaan.

Seperti halnya Gubernur Pastika yang menanggapi persoalan ini. "Sejatinya bukan upacara agama yang menjadi indikator kemiskinan, justru orang-orang yang menggelar upacara itulah yang membuat upacara agama itu 'mahal', yang dikemas 'jor-joran' agar terkesan mewah dan hebat. Seharusnya upacara agama dilakukan sesuai dengan kemampuan yang bisa disederhanakan," kata Gubernur Pastika.

Sementara berdasarkan data BPS yang dikeluarkan Januari 2015, daftar komoditas yang memberikan pengaruh besar pada kemiskinan pada September 2014 lalu, komoditas yang bukan makanan yaitu upacara agama atau adat lainnya menduduki urutan kedua dengan perincian di kota 3,83 persen dan di desa 2,99 persen.

Sementara yang menduduki urutan pertama adalah perumahan mencapai 10,75 persen di kota dan 9,99 persen di desa. Pada kesimpulannya dalam dialog ini bahwa upacara agama bisa disederhanakan agar tidak dianggap sebagai salah satu pemicu kemiskinan. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 08, 2015

Jakarta (08/01) -- Sesmenko Sugihartatmo (2 kanan) memimpin Rapat Tim Reformasi Birokrasi di Ruang Rapat Utama Lantai 7, Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pada Kamis (08/01). Rapat membahas tentang Struktur Organisasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi dalam Perspektif UU Aparatur Sipil Negara, serta Tindak Lanjut Surat Edaran MenpanRB terkait Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Kerja Aparatur Negara, Pembatasan Kegiatan Pertemuan/Rapat di Luar Kantor dan Gerakan Hidup Sederhana. (fik)

Oleh humaspmk on January 08, 2015

Jakarta, 8 Januari - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para menteri Kabinet Kerja, bahwa apa yang dilakukan pemerintah selalu dipotret dan dinilai oleh media. Menurut Presiden, bahwa penilai media itu bisa menimbulkan persepsi atau image terhadap kinerja pemerintah.

“Ini supaya semuanya juga tahu, bahwa kita semuanya selalu dipotret, diikuti, dan dinilai oleh media,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Diakui oleh Presiden Jokowi, seperti dirilis portal www.setkab.go.id, exposes media itu tidak belum tentu atau tidak mewakili kinerja pemerintahan. Tetapi ia mengingatkan, bahwa media sebagai pembawa pesan ini akan membentuk sebuah persepsi, akan membentuk sebuah image terhadap kinerja pemerintah.

Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menambahkan, persepsi media terhadap kinerja pemerintah, terutama di kementerian itu didasarkan atas berbagai aktivitas. Sealin dari aktivitas-aktivitas, juga dari kebijakan-kebijakan, dan juga langkah-langkah menteri maupun institusi yang lain. Itulah yang kemudian dipotret oleh media dari berbagai sudut.

“Di dalamnya yang pro, ada yang kontra dan ini menimbulkan sebuah persepsi,” papar Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dalam kurun dalam hampir 3 bulan ini, pemerintah telah melakukan analisis terhadap 343 media. “Hampir tiga bulan ini, kita menganalisis, real time oleh mesin intelligent media management dari 343 media,” ungkap Jokowi .

Sidang Kabinet Paripurna yang membahas Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2015 itu, selain diikuti oleh para menteri Kabinet Kerja, juga dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman dan Kapolri Jendral Sutarman. (Setkab/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 08, 2015

Jakarta, 8 Januari  - Anggota Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Budi Santoso, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dan laporan dari sejumlah guru atau kepala sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di beberapa daerah terkait upaya 'pemaksaan' terhadap penerapan Kurikulum 2013 (K13).

"'Paksaan' tersebut dilakukan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) setempat agar sekolah-sekolah di bawah otoritasnya tetap menerapkan K13 meskipun Kadisdik mengetahui bahwa tidak semua sekolah siap atau layak menerapkan kurikulum tersebut," kata Budi dalam keterangan persnya, Rabu (7/1/2015).

Budi seperti dilansir laman Tribun News, menjelaskan, modus yang sering digunakan adalah dengan mengumpulkan para kepala sekolah yang rata-rata pada akhir Desember 2014, dikemas dalam bentuk semacam 'pengarahan' akan pentingnya penerapan K13. Dengan begitu, pada akhirnya, para kepala sekolah di wilayah tersebut merasa takut untuk tidak mengajukan penerapan K13.

"Praktik semacam itu cenderung sebagai upaya pemaksaan dari Kadisdik untuk menerapkan K13 di lingkungannya," ujarnya.

Langkah tersebut dinilai tidak fair dan tidak sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Anies Baswedan No: 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014 yang pada butir pertama tercetak jelas bahwa bagi sekolah-sekolah yang baru menerapkan K13 selama satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015, maka sekolah-sekolah tersebut supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006," tuturnya.

Menteri Anies Baswedan juga pernah menegaskan bahwa pengecualian tetap dimungkinkan bagi sekolah-sekolah tertentu untuk menerapkan K13 hanya setelah diverifikasi oleh kementerian untuk dinilai kelayakan dan kemampuannya, baik dari sisi kesiapan guru, buku cetak atau sarana dan prasana lainnya.

"Jadi, penerapan K13 berbasis pada kapasitas dan kelayakan masing-masing sekolah," tandasnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 08, 2015

Jakarta, 8 Januari  - Proses pencarian dan evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 memang menjadi sorotan dunia. Hal itu bisa terlihat dari bantuan sejumlah negara asing dalam melakukan pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban.

Diungkapkan Direktur Konsuler Kemlu RI, Tri Tharyat bahwa ada 16 negara yang membantu dengan teknologi canggih mereka.

"Jadi 10 negara terlibat dalam konteks investigasi dan SAR, lalu 6 negara di antaranya dalam konteks identifikasi korban," kata Tri di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).

10 Negara yang dimaksud seperti dilansir laman Tribun news, adalah Amerilka Serikat, Jepang, Australia, Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Tiongkok, Prancis dan Selandia Baru. Bantuan dari mereka tidak hanya berupa kapal, heli dan pesawat, tapi juga tenaga ahli di bidang forensik dan investigasi.

Enam negara lagi yang menawarkan bantuan yakni dari Thailand, India, Vietnam, ‎Uni Emirat Arab, Inggris dan Kanada.

Sementara ini, terang Tri, bantuan UEA dan Inggris telah berada di lokasi sebagai tenaga ahli investigasi dan operasional alat detektor canggih.

"Sedangkan India, Vietnam dan Thailand dalam posisi stanby. Tawaran tadi masih terbuka manakala Basarnas membutuhkan," kata Tri.

Inilah rincian bantuan negara asing ;

- Singapura 6 pesawat dan 5 kapal,
- Malaysia 1 pesawat dan 5 kapal,
- Australia 2 pesawat,
- Korea Selatan 1 pesawat,
- AS 2 kapal dan 2 heli,
- Jepang 2 kapal dan 3 heli,
- Rusia 2 pesawat,
- Selandia Baru 1 pesawat, dan
- Tiongkok 1 kapal.

Sedangkan bantuan dari Inggris berupa tenaga ahli operator alat detektor laut dalam sebanyak 2 orang. Sementara untuk bantuan investigasi datang dari Singapura 10 orang, Prancis 2 orang Airbus dan 2 investigator kecelakaan penerbangan.

"DVI (Disaster Victim Identification) Polri juga telah menerima bantuan forensik dari Korea Selatan, Singapura, Australia dan UEA," kata Tri.

Izin keberadaan bantuan asing di Indonesia diberikan dalam status darurat atau keadaan khusus. Karena itu, para tenaga asing itu dibebaskan dari visa dan perizinan bea cukainya.

"Status darurat tersebut masih kami berlakukan sampai berakhirnya masa evakuasi," imbuhnya.

Wapres JK Ingatkan Maskapai Soal Tiket Murah

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan tidak asal-asalan menjual tiket murah. Soal keselamatan penumpang, kata dia, jangan diabaikan. Karena itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluarkan kebijakan soal pembatasan tiket murah.

"Jangan pakai tiket murah sehingga abaikan keselamatan, jangan karena tiket murah mau terbang kemana saja, tidak pikirkan keselamatan," kata JK di kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).

Meski demikian, dia menyadari tiket murah tetap harus dipertahankan, meski harus dibatasi. Kata JK, masyarakat masih butuh tiket murah untuk transportasi udara. "Masa mau mahal? (Yang penting) jangan memburu penumpang, akibatnya abaikan keselamatan," jelasnya.

Kebijakan Jonan itu dipicu salah satunya oleh kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata akhir tahun lalu. Air Asia adalah maskapai Low Cost Carier (LCC) yang harga tiketnya relatif murah, dan kerap menjual tiket promo yang luar biasa murah.

Pesawat Air Asia QZ8501 rute Surabaya-Singapura diketahui tidak memiliki izin untuk terbang hari Minggu. Pesawat yang nahas itu terbang pada hari Minggu (28/1/2014) dini hari.

Jonan mengeluarkan kebijakan soal tarif pesawat, untuk menjaga agar maskapai tidak menjual tiket yang terlalu murah. Hal itu salah satunya adalah untuk memastikan maskapai punya uang yang cukup, sehingga punya anggaran yang banyak untuk keselamatan.

AirAsia Pastikan Kompensasi Sesuai Permenhub 2011

 Manajemen AirAsia berjanji akan memberikan memberikan kompensasi sesuai Permenhub 77/2011.
Setiap penumpang pesawat yang tewas akan mendapat kompensasi sebesar Rp 1,2 miliar.

Saat ini manajemen sudah memberikan kompensasi awal sebesar Rp 300 juta.

Presiden Direktur AirAsia, Sunu Widiatmoko mengungkapkan, pemberian kompensasi awal ini inisiatif manajemen.

Menurutnya, manajemen menilai tidak semua korban berasal dari keluarga mampu. Padahal keluarga butuh uang untuk pemakaman korban.

"Kalau sampai final kan butuh waktu," kata Sunu, Rabu (7/1/2015).

Sunu menyebutkan, kompensasi awal ini tidak mengikat. Keluarga berhak menerima atau menolak tawaran tersebut.

Bahkan saat ditawarkan kepada keluarga korban, beberapa orang menolak tawaran tersebut.

Menurutnya, pemberian kompensasi itu memang ada sisi negatifnya.

Sampai sekarang mayoritas keluarga masih memiliki harapan anggota keluarganya selamat. Membicarakan kompensasi sama saja dengan menganggap korban sudah meninggal.

"Kami memahami harapan keluarga. Kalau bicara kompensasi, dikhawatirkan muncul konotasi tidak ada harapan," tambahnya.

Sunu mengaku sudah mendengar komentar soal besaran kompensasi.

Menurutnya, manajemen tidak pernah membicaran masalah kompensasi dihadapan keluarga korban. Manajemen masih konsentrasi mencari korban.

Meskipun tidak menyebut besaran kompensasi, Sunu hanya mengangguk saat ditanya acuan pembayaran kompensasi adalah Permenhub 77/2011.

Dalam pasal 3 huruf a Permenhub tersebut berbunyi, Penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp 1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang.(Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 07, 2015

Jakarta, 7 januari  - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Polisi Anang Iskandar, mengatakan kalangan pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang di Indonesia hingga kini mencapai 4,2 juta orang.

"Pengguna di Indonesia cukup besar dan memang menjadi masalah besar bagi Indonesia, bayangkan jika 4,2 juta orang itu sembuh, tentu tidak ada lagi peredaraan narkoba di Indonesia," kata Anang Iskandar usai menghadiri HUT ke-58 Provinsi Jambi, Selasa (6/1/2015).

Dia mengungkapkan peredaran narkoba yang masuk dan menyasar Indonesia banyak mengunakan jalur laut, seperti kasus yang baru terjadi yakni penangkapan 800 kilogram sabu di Cengkareng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

"Mereka banyak yang menggunakan pelabuhan laut Kalau pedagang besar itu pasti mengunakan jalur laut, tapi yang kecil di bawah enam kilo itu biasanya mengunakan pelabuhan udara. Berdasarkan pengalaman kita penyelundupan narkoba melalui jalur laut itu minimal 40 kilogram," katanya.

Langkah yang diambil sebagai upaya memberantas narkoba, kata Anang, seperti dilansir laman Antaranews, yakni kerja sama bilateral antarnegara dan bilateral dengan angkatan laut tujuannya agar bisa melakukan pengawasan di laut, begitu juga di pantai-pantai dan pengawasan perbatasan terus diperketat.

"Kita juga ada terus koordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan PolAir, dil aut itu mitra kita, dan yang terpenting bagaimana kerja sama internasionalnya," kata Anang.

Modus yang digunakan penyelundup jika melewati jalur laut, kata dia, bermacam-macam. Contohnya saat penyelundupan 800 kilogram sabu pelaku mengkamuflase sebagai barang dan kopi. Narkoba itu dibungkus di dalam kopi dengan sangat rapi, begitu juga modus penyelundupan 150 kilogram sabu yang dicampur dalam makanan.

Disinggung peredaraan narkoba di Jambi, Anang mengatakan akan melakukan tindakan-tindakan di tahun ini, begitu juga upaya pemberantasan di kampung-kampung di Jambi yang merupakan lokasi terbesar peredaran narkoba di Jambi.

"Kita akan mengambil langkah seimbang, pengedar kita berantas pengunanya kita sembuhkan, modus peredaraan narkoba memang bermcam-macam cara dilewati, tapi yang penting bagaimana penjagaan intelijen kita dalam pengawasan peredaran tersebut," katanya.
(KR-DDS)

Waspadai peningkatan DBD pada Januari

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai beberapa penyakit yang kasusnya mengalami peningkatan pada musim hujan seperti demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk.

"Data sejak beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa Januari seperti sekarang ini seringkali menunjukkan peningkatan kasus DBD di negara kita. Karena itu, kita semua perlu waspada dan perlu lebih mengenal penyakit ini, serta mencegah dan menanggulanginya dengan baik," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektroniknya, Selasa (6/1/2015) di Jakarta.

DBD adalah penyakit yang mudah menular dari orang ke orang melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia kecuali tempat dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Karena mudahnya reproduksi nyamuk maka DBD sering menimbulkan kejadian luar biasa di sebuah populasi penduduk terutama yang padat.

Tjandra memaparkan gejala awal DBD antara lain demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakkan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai tanda-tanda pendarahan serta pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian.

Masa inkubasi penyakit selama 3-14 hari tetapi pada umumnya 4-7 hari.

"Belum ada obat dan vaksin untuk mencegah DBD. Pengobatan terhadap penderita hanya bersifat simtomatis dan suportif," kata Tjandra.

Pada 2014 hingga pertengahan Desember tercatat penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang, 641 di antaranya meninggal dunia.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya (2013) dengan jumlah penderita sebanyak 112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871 orang.

Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah, antara lain untuk memberantas sarang dan jentik-jentik nyamuk.

"Pencegahan demam berdarah yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk," ujar Tjandra.

Kegiatan "Plus" adalah bentuk kegiatan pencegahan tambahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

"PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD," kata Tjandra.

Penelitian Vaksin DBD

Penelitian vaksin DBD saat ini tengah memasuki Fase 3 dengue CYD 15 di lima negara endemis di Amerika Latin dan Karibia dengan menggunakan 20.875 sampel anak berusia 9-16 tahun.

Sejauh ini, Tjandra menyebut Vaksin CYD 15 secara umum berhasil menurunkan kasus dengue sampai 60,8 persen, mengurangi tingkat perawatan di RS karena dengue sampai 80.3 persen, mereduksi kasus DHF sampai 88,5 persen dan tingkat keampuhannya terhadap DEN-2 mencapai 42,3 persen atau sedikit lebih tinggi dibanding angka 35 persen yang tercapai saat studi sejenis di Asia bulan Juli lalu.

"Proses penelitian masih terus berlanjut," kata Tjandra.

Keberhasilan vaksin DBD tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat DBD di berbagai negara terutama negara tropis.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 07, 2015

Jakarta, 7 Januari  - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid membeberkan adanya jual beli TKI non prosedural yang terdampar di shelter Abu Dhabi. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid menceritakan pengalamannya saat dirinya berada di Abu Dhabi.

Berdasarkan temuan yang ia dapat di sana, terdapat 189 TKI tanpa dokumen yang diperjualbelikan secara umum.

"Kami baru melakukan kunjungan ke negeri di Timur Tengah. Teman-teman TKI dijual pada calon majikan," ujar Nusron di kantor BNP2TKI, Jakarta, seperti dilansir laman Tribun News, Selasa (6/1/2015).

 "Ada 189 orang yang terdampar di shelter di Abu Dhabi. Padahal, negara tersebut sudah kita berikan moratorium. Artinya, praktik human trafficking masih terjadi," ujar Nusron, saat ditemui seusai memimpin konferensi pers di Kantor BNP2TKI, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Nusron menjelaskan para TKI tersebut jumlahnya mencapai ratusan, kurang lebih 189 TKI. Rarusan TKI tersebut berada di dalam negara yang telah dimoratorium oleh pemerintah terkait penyaluran TKI. Hanya 18 diantaranya yang telah tiba terlebih dahulu sebelum negara yang bersangkutan dimoratorium.

Dari ratusan TKI itu, Nusron menjelaskan mereka dijual kepada para majikan di lokasi yang hampir sama seperti di tempat lokalisasi, dengan harga mencapai puluhan juta rupiah.

"Artinya praktik human trafficking masih terjadi," kata Nusron.

Menurut Nusron, nasib para TKI yang tidak memiliki dokumen lengkap tersebur merupakan korban dari para penyalur TKI yang tidak memiliki prosedur pengiriman tenaga kerja yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Kami juga akan kejar siapa yang mengirim dan merekrut mereka," tutur Nusron. Nusron menjelaskan, di salah satu kawasan yang lokasinya mirip seperti area lokalisasi, para TKI tersebut dijual kepada calon majikan. Menurut Nusron, harga yang ditawarkan penjual jika dirupiahkan mencapai Rp 61 juta per orang.

Para TKI tersebut, kata Nusron, awalnya diberangkatkan dari Indonesia menuju Bahrain. Kemudian, diberangkatkan lagi menuju negara tujuan kedua, yaitu Abu Dhabi.

Ia mengatakan, para TKI tersebut merupakan korban dari perusahaan penyalur TKI yang tidak memenuhi prosedur pengiriman tenaga kerja yang benar. BNP2TKI akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.

Sebelumnya, BNP2TKI telah mendapat perintah dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) untuk memulangkan TKI yang bermasalah di luar negeri.

"Kami juga akan mengirim polisi ke Abu Dhabi untuk membuat BAP (berita acara pemeriksaan), yang nantinya dilaporkan ke Bareskrim Polri. Kami adukan ini sebagai bentuk bagian dari human trafficking," kata Nusron.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on January 07, 2015

Jakarta, 7 Januari  - Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara merilis sebanyak 9.433 warga negara Indonesia (WNI) menjadi buruh migran di Negeri Sabah, Malaysia yang menyeberang melalui daerah Nunukan selama 2014.

Kepala Pos Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution di Nunukan, Rabu (7/1/2015) seperti dirilis laman Antaranews, menerangkan, dari ribuan WNI yang berangkat menjadi buruh migran di Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Tunon Taka dinyatakan menggunakan kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN) yang dilengkapi dengan kontrak kerja dari perusahaan yang akan dituju.

Ia menambahkan, sebagian besar buruh migran yang berangkat ke Negeri Sabah tersebut berasal dari Sulsel dan Nusa Tenggara Timur (NTT) ditambah sejumlah provinsi lainnya dengan menggunakan paspor 24 halaman.

"Jadi 9.433 WNI ini merupakan buruh migran resmi dengan dilengkapi dokumen, visa kerja dan kotrak kerja dari perusahaan yang dituju di Negeri Sabah," ucap Nasution.

Namun dari 73.503 WNI yang terdata berangkat ke Negeri Sabah melalui Pelabuhan Internasional Tunon Taka dengan menggunakan paspor 48 halaman, dia sebutkan tidak tertutup kemungkinan sebagioan besar juga berangkat bekerja di negeri jiran itu. Tetapi tidak diketahui perusahaan yang dituju karena tidak melengkapi diri dengan dokumen resmi seperti visa kerja, kontrak kerja dan KTKLN.

Nasution mengungkapkan, dari 9.433 WNI yang terdata resmi menjadi buruh migran di Negeri Sabah sebagian besar bekerja di perkebunan kelapa sawit termasuk yang menggunakan paspor 48 halaman tadi.

Berdasarkan data dari Kantor Imigrasi Nunukan, jumlah WNI yang berangkat menjadi buruh migran selama 2014 yakni Januari (687), Pebruari (387), Maret (440), April (605), Mei (784), Juni (505), Juli (723), Agustus (1579), September (1069), Oktober (1033), Nopember (958) dan Desember (663).

Secara terpisah Kepala Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI Kabupaten Nunukan, Edy Sudjarwo di Nunukan, Senin mengungkapkan, jumlah WNI yang ditempatkan menjadi buruh migran di Negeri Sabah selama 2014 sebanyak 3.853 orang.

Jumlah tersebut menggunakan KTKLN yang diterbitkan BP3TKI Kabupaten Nunukan atau melaporkan diri sebelum berangkat keluar negeri (Malaysia), ujar dia.

Berbeda dengan data dari BP3TKI Kabupaten Nunukan jumlah WNI yang berangkat menjadi buruh migran di Negeri Sabah sepanjang 2014 adalah Januari (1.798), Pebruari (209), Maret (222), April (127), Mei (208), Juni (194), Juli (114), Agustus (90), September (234), Oktober (297), Nopember (192) dan Desember (168).(Ant/Gs).

 

Oleh humaspmk on January 07, 2015

Jakarta, 7 Januari  - Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah pada Senin (5/1/2015) lalu kembali melakukan strategi outreach dengan melakukan kunjungan kekerabatan profesional dengan pihak otoritas Kerajaan Arab Saudi.
Staf Teknis Haji I KUH Ahmad Dumyathi Bashori dan jajarannya juga melakukan kunjungan penting ke Kantor Pusat Maskapai Saudia Airlines di Jeddah dengan agenda melakukan penjajakan dalam peningkatan layanan pemulangan Jemaah Haji Indonesia.
Dalam tematik kunjungan tersebut Pemerintah Indonesia meminta pemulangan jemaah haji saat musim haji Tahun 1436H dilakukan dengan skema melalui Jeddah 50 persen dan dari Madinah 50 persen.
Kunjungan yang diterima langsung Kepala Pengembangan Marketing Hajj dan Umrah Maskapai Saudia Airlines Samir Khayyat menyatakan siap memenuhi permintaan Pemerintah Indonesia terkait dengan skema tersebut.
"Secara prinsip kami siap dengan permintaan pemulangan 50 persen dari Jeddah dan 50 persen Madinah," kata Samir Khayyat dikutip Tribun dari laman Kementerian Agama RI, Rabu (7/1/2015).
Selanjutnya Samir meminta agar jadwal pemulangan pada musim haji Tahun 1436H ini tidak dilakukan pada siang hari antara Pukul 11.00-13.00 Waktu Arab Saudi, karena matahari sedang panas sekali.
"Usahakan jadwalnya pada jam sebelum jam itu atau setelahnya agar panas tidak berpengaruh banyak pada proses take-off," kata Khayyath.(Tn/Gs).

Pages

Subscribe to RSS - PMK Lainnya