Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).

Bencana dan Kerawanan Sosial

Oleh humaspmk on October 05, 2014

Jakarta 5 Oktober  - Dalam Rakornas Komnas Pengendalian Zoonosis 1 Oktober 2014, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra ), Agung Laksono juga mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) agar meningkatkan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban.

"Hewan kurban harus melalui proses standar, artinya tidak boleh diperjualbelikan bila tidak memenuhi syarat kesehatan, misalnya tertular antraks. Karena itu, Pemda harus hati-hati dan perlu meningkatkan pengawasan. Sebab ini bisa menimbulkan ancaman tersendiri," ujar Agung Laksono.

Oleh humaspmk on October 04, 2014

Jakarta, 4 Oktober  - Penyebaran Ebola di kawasan Afrika Barat menjadi semakin cepat akibat sulitnya pelacakan data kasus penyakit mematikan tersebut, demikian sejumlah pakar mengatakan.

Data dari PBB dan WHO, seperti dilansir laman Antaranews.com., yang dirilis Reuters di Jenewa  menunjukkan bahwa jumlah kasus Ebola di kawasan Afrika Barat telah mencapai 7.423, yang 3.355 di antaranya berujung kematian. Menurut sejumlah pihak, perhitungan tersebut masih jauh di bawah fakta yang terjadi di lapangan.

Oleh humaspmk on October 04, 2014

Jakarta, 4 Oktober  - Warga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan melaksanakan salat Idul Adha di tengah kabut asap yang menyelimuti lapangan terbuka yang dijadikan lokasi ibadah.

Ratusan jemaah pada lokasi itu mengikuti salat di tengah kabut asap cukup tebal yang muncul dan menyelimuti seluruh Banjarbaru sejak pukul 06.00 WITA.

Kondisi tersebut membuat sebagian jamaah terutama anak-anak yang didampingi orang tua, mengenakan masker penutup hidung dan mulut sehingga tidak terhirup kabut asap.

Oleh humaspmk on October 03, 2014

Jakarta, 3 Oktober – Menko Kesra HR. Agung Laksono menghadiri Peringatan Hari Habitat Dunia, Jumat (3/10/2014) di Istana Negara, Jakarta. Dalam peringatan tersebut, Presiden Republik Indonesia SBY mengatakan bahwa kepedulian kita terhadap habitat perlu ditingkatkan. Setiap kali blusukan ke berbagai daerah sejak 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melihat ada pejabat setempat yang sangat peduli, namun ada pula yang kurang peduli pada lingkungan. Mereka baru peduli lingkungan ketika ada lomba, Penghargaan Adipura misalnya.

Oleh humaspmk on October 03, 2014

Jakarta, 3 Oktober - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

"Hotspot masih terdeteksi di Kalteng dan Sumsel," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis 2 Oktober 2014.

 Berdasarkan pantauan satelit Modis pada Kamis (2/10/2014) hotspot di Kalimatan Tengah 649. Sedangkan di wilayah Sumatera Selatan 127.

Oleh humaspmk on October 02, 2014

Jakarta, 2 Oktober - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), HR. Agung Laksono membantah adanya modus baru dalam pembakaran hutan dan lahan di Indonesia.

"Itu bukan modus baru, itu sudah lama. 95 persen lahan/hutan yang rawan terbakar itu ternyata terjadi bukan karena faktor alam saja, tapi karena ulah manusia juga," kata Menko Kesra di Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Oleh humaspmk on October 01, 2014

Jakarta, 1 Oktober - Menko Kesra HR. Agung Laksono minta kepada seluruh kepala daerah, gubernur dan bupati serta walikota, untuk mendukung program pengendalian zoonosis (penyakit bersumber hewan).

"Tugas pemerintah di seluruh negara di dunia adalah melindungi, menjaga keamanan, dan keselamatan warga dari ancaman berbagai penyakit yang timbul, termasuk dari zoonosis," kata Menko Kesra kepada media usai memberikan sambutan dan arahan di sela-sela Rakornas Ketiga Komnas Pengendalian Zoonosis (KNPZ), Rabu (1/10/2014) di Hotel Crown, Jakarta.

Oleh humaspmk on October 01, 2014

Jakarta, 1 Oktober - Menko Kesra HR. Agung Laksono menandatangani Prasasti Pusat Kajian Pengendalian Zoonosis Nasional Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (1/10/2014) usai memberikan sambutn dan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (Komnas PZ) di Hotel Crown, Jakarta. Penandatanganan tersebut, Menko Kesra didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB Prof Srihadi (kiri) dan Kepala Pusat Studi Zoonosis IPB Dr. Heru Setiianto (kanan).. (Foto: Gs)

Oleh humaspmk on October 01, 2014

Jakarta, 1 Oktober - Menko Kesra Hr. Agung Laksono (tengah) selaku Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis memberikan Sambutan dan Pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis 2014, Rabu (1/10/2014) siang di Hotel Crown, Jakarta. Menko Kesra dalam kesempatan tersebut didampingi Sesjen Kemkes Dr.M.Subuh (kiri), dan Anggota Panel Ahli Komnas Pz Prof.Dr. Wiku BB Adi sasmito (kanan). Foto; Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on October 01, 2014

Jakarta, 1 Oktober – Menkon Kesra HR. Agung Laksono selaku Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis memberikan sambutan dan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komnas Pengendalian Zoonosis 2014, Rabu (1/10/2014) siang di Hotel Crown, Jakarta. Berikut Sambutan dan arahan Menko Kesra secara lengkap. (Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on October 01, 2014

Jakarta, 1 Oktober - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Zoonosis 2014 dibuka dengan Laporan yang disampaikan oleh Staf Ahli Menko Kesra  Asep Djembar Mohammad selaku Panitia penyelenggara, Rabu (1/10/2014) di Hotal crown, Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on October 01, 2014

Jakarta, 1 Oktober - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Zoonosis 2014 dibuka dengan Laporan Panitia Penyelenggara yang disampaikan oleh Staf Ahli Menko Kesra  Asep Djembar Mohammad selaku Panitia penyelenggara, Rabu (1/10/2014) di Hotal Crown, Jakarta. (Foto;Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humaspmk on September 30, 2014

Jakarta, 30 September  - Operasi udara membuat hujan buatan menggunakan Pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU, untuk memadamkan hotspot atau titik api kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, akan terus dilakukan hingga bulan depan.

"Rencananya sampai Oktober hujan buatan akan terus dilakukan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (29/9/2014) di Jakarta.

Oleh humaspmk on September 29, 2014

Jakarta, 29 September  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan kesulitan air bersih yang dialami warga di daerahnya semakin meluas, dengan jumlah daerah yang mengalami kesulitan air bersih sebanyak 46 desa di 16 kecamatan.

"Kesulitan air bersih semakin meluas, sebab di daerah kami selama kemarau ini belum pernah turun hujan," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno di Bojonegoro, Senin.

Oleh humaspmk on September 29, 2014

Jakarta, 29 September – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku sangat menaruh perhatian besar terhadap warga yang sudah berusia lanjut. Perhatian itu terutama karena melihat banyak warga yang mengalami masalah kepikunan atau alzheimer.

Saat didaulat untuk berkampanye “Gerakan Melawan Pikun” di Semarang, Minggu (28/9/2014), Ganjar mengatakan, masalah pikun tidak bisa diobati, tetapi hanya bisa dicegah.

Oleh humaspmk on September 29, 2014

Jakarta, 29 September  - Laju pertumbuhan penduduk di Sulawesi Barat termasuk tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 2,68 persen per tahun atau setiap jam 18 anak lahir di provinsi tersebut. Bahkan, angka kelahiran ini mengalahkan laju pertumbuhan penduduk nasional yang hanya mencapai 1,49 persen.

Dalam perhitungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN ) Sulbar, seperti dilansir laman Kompas.com., jumlah kelahiran di Sulawesi Barat setiap hari mencapai lebih dari 300 anak atau rata-rata 18 bayi lahir setiap jamnya.

Oleh humaspmk on September 27, 2014

Jakarta, 27 September  - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin atas maraknya konflik, baik yang melibatkan umat Islam dengan pihak lain maupun konflik antarumat Islam, khususnya yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah dan harus segera diakhiri.

"Yang ada dalam benak saya adalah kita harus menghentikan kekerasan dan kemudian harus ada solusi yang komprehensif yang bijak untuk menanganinya," kata Presiden saat menghadiri peresmian Masjid Indonesia di Silver Spring, Washington DC, Jumat (26/9/2014) siang waktu setempat atau Sabtu (27/9/2014) dini hari waktu Jakarta.

Oleh humaspmk on September 27, 2014

Jakarta, 27 September  - Sepekan terakhir aktivitas vulkanik dan kegempaan Gunung Slamet cenderung menurun. Namun gempa hembusan, gempa thremor masih terus aktif dan beberapa kali sempat menyemburkan asap putih tebal.

Inilah indikasi bahwa Gunung Terbesar di Jawa Tengah itu masih aktif dengan intensitas kegempaan sangat tinggi.

Berdasarkan Laporan dari Pos Pemantauan Gunung Slamet di Gambuhan Pemalang mencatat, sejak Kamis (25/9/2014) pukul 00.00 - 06.00 WIB secara visual, Cuaca terang, angin tenang.

Oleh humaspmk on September 27, 2014

Jakarta, 27 September  – Kabut asap di Samarinda sudah mulai mengganggu jarak pandang. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda, saat ini jarak pandang berkisar 7 sampai 10 km.

Kepala BMKG Samarinda, Sutrisno seperti dilansir laman Tribun News.com., menyebut, kabut asap baru dikategorikan mengganggu ketika jarak pandang tersisa kurang dari 5 km.

Oleh humaspmk on September 26, 2014

Jakarta, 26 September  - Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan apresiasi terkait program Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD +) yang dilaksanakan di Indonesia.

"Saya mengapresiasi upaya-upaya Indonesia karena mampu menunda kerusakan hutan dan terus mencari inovasi baru pemanfaatan potensi hutan," kata perwakilan UNDP Helen Clark, di New York, seperti dikutip oleh Antaranews.com.,dari rilis resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis (25/9/2014).

Oleh humaspmk on September 26, 2014

Jakarta, 26 September – Dampak kekeringan yang melanda sejumlah di Jawa Barat mengancam penurunan produktivitas padi di kawasan tersebut. Bahkan, banyak petani terancam gagal panen karena kekeringan ini mengakibatkan puso.

Ketua Forum Petani Tasikmalaya Yuyun, seperti yang dilansir laman Sindonews.com.,  menyebutkan, di Tasikmalaya kota saja ada beberapa daerah yang mengalami kekeringan parah. Jumlah luasnya hingga ratusan hektar dan membuat petani harus gigit jari karena terancam memanen padi yang di tanamnya.

Oleh humaspmk on September 26, 2014

Jakarta, 26 September - Pegiat Serikat Petani Indonesia (SPI) Bantul Sumantoro, mengatakan hampir 7.000 hektare lahan pertanian di Bantul saat ini mulai mengalami kekeringan.

Bahkan, katanya, di sejumlah tempat, benih padi yang baru saja ditanam kemudian mati karena kesulitan air irigasi.

“Kekeringan sawah di Bantul di antaranya ada di bulak Nggluntung Desa Caturharjo, kemudian bulak Panjangrejo Pundong dan Tirtomulyo Kretek, bahkan sebagian sawah di daerah ini ada yang sudah ‘bero’,” katanya, Rabu (24/9/2014).

Oleh humaspmk on September 26, 2014

Jakarta, 26 September - Sumatera Selatan (Sumsel)  menjadi provinsi terbanyak menyumbang hot spot (titik panas) yakni 223 titik, sedangkan Riau hanya ditemukan dua titik yakni di Meranti dan Inhil. Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo, Kamis (25/9/2014) menyebutkan, ini diketahui dari dua kali melakukan update data hot spot yakni pukul 05.00 WIB dan pukul 16.00 WIB melalui satelit Terra dan Aqua, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat, seperti yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Oleh humaspmk on September 25, 2014

Jakarta, 25 September  - Menko Kesra HR. Agung Laksono di sela acara United Nations Climate Summit, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyaksikan pengumuman ikrar minyak sawit Indonesia atau Indonesia Palm Oil Pledge di Amerika Serikat (AS).

Ikrar tersebut ditandatangani kemarin (red- 24/9/2014) oleh Kadin Indonesia, Golden Agri Resources, Wilmar, Cargill dan Asian Agri .

Pages

Subscribe to RSS - Bencana dan Kerawanan Sosial